<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sutisna.com &#187; Sains &amp; Teknologi</title>
	<atom:link href="http://www.sutisna.com/category/sains-teknologi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sutisna.com</link>
	<description>Sutisna.com</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Apr 2012 23:18:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Bertentangan dengan Ilmu Pengetahuan</title>
		<link>http://www.sutisna.com/sains-teknologi/bertentangan-dengan-ilmu-pengetahuan/</link>
		<comments>http://www.sutisna.com/sains-teknologi/bertentangan-dengan-ilmu-pengetahuan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Dec 2011 23:02:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sains & Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Kutipan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sutisna.com/?p=655</guid>
		<description><![CDATA[Satu &#8211; satunya hal yang bertentangan dengan ilmu pengetahuanku adalah pendidikanku. The only thing that interferes with my learning is my education. Albert Einstein]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana,geneva,sans-serif;"><span style="font-size: 12px;">Satu &#8211; satunya hal yang bertentangan dengan ilmu pengetahuanku adalah pendidikanku.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana,geneva,sans-serif;"><span style="font-size: 12px;">The only thing that interferes with my learning is my education.</span></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align: right;"><strong><span style="font-family: verdana,geneva,sans-serif;"><span style="font-size: 12px;">Albert Einstein</span></span></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sutisna.com/sains-teknologi/bertentangan-dengan-ilmu-pengetahuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak dan Teknologi</title>
		<link>http://www.sutisna.com/sains-teknologi/anak-dan-teknologi/</link>
		<comments>http://www.sutisna.com/sains-teknologi/anak-dan-teknologi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2011 02:40:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sains & Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sutisna.com/?p=634</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Waduh lucyu ni, kitaa bangett deh,&#8221; ucap pak Imran, suami bu Ellen, sambil menunjukkan gambar yang ada di Blackberry-nya yang melukiskan sebuah keluarga di mana<br /><br /><a href="http://www.sutisna.com/sains-teknologi/anak-dan-teknologi/">Continue Reading </a> &#187;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:12px;"><span style="font-family: verdana,geneva,sans-serif;">&ldquo;Waduh lucyu ni, kitaa bangett deh,&rdquo; ucap pak Imran, suami bu Ellen, sambil menunjukkan gambar yang ada di Blackberry-nya yang melukiskan sebuah keluarga di mana ayah, ibu dan anak-anak duduk bersama-sama berdekatan dalam sebuah ruangan, namun masing-masing sibuk menggunakan benda teknologi.</p>
<p>	Ayah sibuk dengan ipadnya, ibu asyik dengan Blackberry-nya, sedangkan sang kakak juga asyik dengan ponselnya dengan earphone di telinga dengan kepala sedikit miring mengikuti musik yang didengarkannya. Lalu adik sedang asyik main games&nbsp; sambil menggoyangkan kaki. Semua berkumpul, semua serius, semua berdekatan, namun semua asyik sendiri dengan dunia masing-masing.</p>
<p>	Secara tidak disadari, gambaran di atas sering terjadi ada pada diri kita dan keluarga kita. Ungkapan pak Imran, suami bu Ellen, benar adanya. Walaupun bu Ellen menyanggah ucapan suaminya dengan mengatakan &rdquo;Akh terlalu berlebihan&rdquo; kepada suaminya, namun dalam hati dia mengakui juga hal tersebut. Bahkan sekarang sudah dikenal slogan mengenai korban teknologi yang masuk dalam arena keluarga, yaitu &ldquo;Mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.&rdquo;</p>
<p>	Apabila perangkat-perangkat lunak berteknologi tinggi seperti tablet, smart phone dan lain-lain yang mempunyai kecepatan dalam mengakses informasi atau social network seperti facebook dan twitter digunakan oleh sesama anggota keluarga, seharusnya dapat mendekatkan yang sudah dekat. Karena komunikasi yang terjalin seharusnya lebih lancar dan cepat.</p>
<p>	Namun kenyataannya tidak demikian. Tidak sedikit anak dengan bandelnya diam-diam mendelete kontak ibu dan ayahnya, bahkan terkadang sang anak dapat memiliki dua acoount yang tidak diketahui oleh ayah atau ibunya.</p>
<p>	&ldquo;Rugi rasanya.&rdquo; Begitulah ungkapan bu Ellen dalam hati karena anak yang seharusnya mahir menggunakan komputer dan pandai browsing jika mencari informasi yang dibutuhkan &#8211;dikarenakan sang anak telah mendapat pelajaran komputer yang lebih dari cukup di sekolahnya&#8211; namun malahan begitu sudah kenal komputer dan dunia internet, yang dibrowsing oleh sang anak adalah games. Bahkan keluhan dari kawan-kawan bu Ellen yang sudah memiliki anak-anak remaja adalah browsing gambar-gambar porno.</p>
<p>	Teknologi menyerang keluarga, tak hanya ayah dan ibu yang kena, anak-anak adalah mangsa yang paling empuk. Solusi yang diambil dengan menjauhkan anak dari teknologi juga tidak mungkin dilakukan di zaman informasi sekarang ini. Yang ada si anak akan menjadi benci dan diam-diam malah mengakses yang tidak-tidak, dan sebagai orangtua akan kewalahan untuk mengontrol dan membatasinya.</p>
<p>	Maka jalan satu-satunya adalah dengan membuat suatu kesepakatan. Ketika anak dibelikan barang berteknologi tinggi, ada aturan main dan hal-hal apa saja yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh. Lalu dijelaskan mengapa begini mengapa begitu. Kemudian kesepakan itu ditandangani, dan bila ada yang melanggar, maka apa saja sanksinya perlu dipertegas.</p>
<p>	Sebagai orang tua kita harus memberi mereka kepercayaan kepada anak-anak. Seringkali anak-anak tidak mampu memegang janji dan tidak mampu bertanggungjawab. Karena itu orangtua wajib untuk mengatur dan bersikap tegas. Sesekali dihukum dengan tidak diberi uang jajan dan tidak diperbolehkan menggunakan handphone atau computer (bahkan zaman sekarang anak-anak juga sudah menggunakan laptop).</p>
<p>	Sekarang kembali pada kita sebagai orangtua, apakah kita maunya anak-anak menggunakan apa? Bila mereka diberi Blackberr, maka kita sebagai orang tua harus bekerjasama dengan pihak sekolah untuk melarang membawa Blackberry di sekolah dan harus disita jika kedapatan membawanya.</p>
<p>	Sekolah yang disiplin biasanya melarang anak membawa handphone termasuk Blackberry ke sekolah karena menggangu pelajaran. Bila pun sangat terpaksa harus membawa handphone, maka handphone sang anak dapat dititipkan pada walikelas.&nbsp; Akh, zaman dulu juga kita sekolah tidak pakai handphone, nyaman dan aman saja&nbsp; kok.</p>
<p>	Kembali pada anak dan teknologi, baik juga bila sekolah membuat acara technology camp, semacam acara menginap di sekolah dan memberikan training-training tentang kesadaran penggunaan teknologi disertai ikrar untuk menjadi pengguna teknologi yang bertanggungjawab. Di dalamnya terdapat janji tidak akan membuka akses pornografi, tidak lalai, lalu menggunakan internet untuk hal yang bermanfaat, serta pembatasan jam penggunaan teknologi secara bertanggungjawab dan lain lain.</p>
<p>	Bila anak mampu melaksanakan janjinya dengan baik, maka orang tua maupun pihak sekolah bisa memberikan reward (hadiah) pada si anak. Teknologi bukan untuk dibenci, tapi untuk menjadikan kita lebih memahami.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:12px;"><span style="font-family: verdana,geneva,sans-serif;"><strong>Fifi P Jubilea</strong><br />
	Founder and Conceptor of JISc, penulis artikel konsultasi pendidikan anak, remaja dan keluarga.<br />
	<em><a href="mailto:bundafe.jisc@gmail.com" target="_blank">bundafe.jisc@gmail.com</a><br />
	<a href="http://www.jakartaislamicschool.com/" target="_blank">www.jakartaislamicschool.com</a><br />
	<a href="http://www.bundafe.com/" target="_blank">www.bundafe.com</a></em></span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sutisna.com/sains-teknologi/anak-dan-teknologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hakikat Sholawat Nabi</title>
		<link>http://www.sutisna.com/keislaman/hakikat-sholawat-nabi/</link>
		<comments>http://www.sutisna.com/keislaman/hakikat-sholawat-nabi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Oct 2011 01:54:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keislaman]]></category>
		<category><![CDATA[Sains & Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Sholawat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sutisna.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Hakikat Sholawat Nabi [1] &#160; &#160; &#34;Bisakah kita bersholawat kepada Nabi dengan ucapan yang tidak sama dengan apa yang diajarkan oleh Nabi? Bisakah kita<br /><br /><a href="http://www.sutisna.com/keislaman/hakikat-sholawat-nabi/">Continue Reading </a> &#187;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; text-align: center;"><span style="font-family: Verdana;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">Hakikat Sholawat Nabi</span></b></span></div>
<div align="center" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"><a href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;">[1]</span></b></a></span></b></div>
<p>&nbsp;</p>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><span style="font-family: Verdana;"><b>&nbsp;</b> </span><span style="font-family: Verdana;"> </span></p>
<div align="center" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-family: Verdana;"><i><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">&quot;Bisakah kita bersholawat kepada Nabi dengan ucapan yang tidak sama dengan apa yang diajarkan oleh Nabi? Bisakah kita mendendangkan sholawat-sholawat yang diciptakan oleh, utamanya, para tokoh sufi? Lalu, apa hukum bagi orangyang mengucapkan sholawat di luar apa yang diajarkan Nabi?&quot;</span></i></span></span></div>
</div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><span style="font-family: Verdana;">&nbsp;</span>&nbsp;<span style="font-family: Verdana;"> </span><span style="font-family: Verdana;"> </span></p>
<div align="center" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;"><span style="font-family: Verdana;"><i><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">(Muhammad Muhyidin)</span></i></span></div>
<div align="center" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-family: Verdana;">&nbsp;</span></span></div>
<p>&nbsp;</p>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">Sekarang, setelah kita mencoba untuk memahami kenapa Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat kepada Nabi, tentang makna sholawat Allah dan para malaikat-Nya kepada Nabi, dan tentang hubungan antara sholawat dan ke-ma&#39;sbum-a.n Nabi, tibalah gilirannya saya mengajak Anda untuk memasuki dunia sholawat Nabi. Kita akan coba berlayar di atas samu-dera sholawat Nabi; menikmati keindahannya,</span></span></div>
</div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;">&nbsp;<span style="font-family: Verdana;"> </span></p>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">keagungannya, kedahsyatannya, sekaligus menjumpai dan menyibak misterinya, menyerap energi yang di-kandungnya, serta menuai berkah dari pengucapan-pengucapannya. Untuk sampai kepada tujuan yang seperti ini, kiranya penting bagi saya mengajak Anda memahami hakikatnya. Pertanyaan yang akan kita diskusikan dalam kesempatan ini adalah: apa sih se-sungguhnya sholawat Nabi itu? Pertanyaan-perta-nyaan lain yang berhubungan adalah sebagai berikut:</span></span></div>
</div>
<div style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;">&nbsp;<span style="font-family: Verdana;"> </span></p>
<div style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">&middot;<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span>Bagaimana pandangan umat Islam terhadap sholawat Nabi?</span></span></div>
</div>
<div style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;">&nbsp;<span style="font-family: Verdana;"> </span></p>
<div style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">&middot;<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span>Adakah unsur-unsur tertentu yang berkenaan dengan sholawat Nabi ini yang dipersoalkan atau diperdebatkan? Kalau ada, apakah itu?</span></span></div>
</div>
<div style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;">&nbsp;<span style="font-family: Verdana;"> </span></p>
<div style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">&middot;<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span>Bagaimana cara bersholawat terhadap Nabi?</span></span></div>
</div>
<div style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;">&nbsp;<span style="font-family: Verdana;"> </span></p>
<div style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">&middot;<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span>Apakah Rasulullah mengajarkan kita ucapan sholawat tertentu untuk beliau?</span></span></div>
</div>
<div style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;">&nbsp;<span style="font-family: Verdana;"> </span></p>
<div style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">&middot;<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span>Lalu, ketika kita dapati ada ucapan sholawat yang bukan seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah, maka apakah hal tersebut diperbolehkan atau hal itu menjadi bid&#39;ah yang sesat?</span></span></div>
</div>
<div style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;">&nbsp;</div>
<div style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">Apakah sholawat Nabi itu manfaatnya untuk Nabi? Ataukah untuk kita?</span></span><span style="font-family: Verdana;"> </span></div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">Bab ini akan coba mengajak Anda untuk menguak jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas. Saya sendiri merasa perlu membahas persoalan ini sebelum saya mengajak Anda untuk mereguk manisnya anggur sholawat kepada Nabi. Saya memandang perlu sebab dalam kenyataannya memang adapersoalan-persoalan seperti yang tercermin dalam pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas, sehingga membahasnya merupakan cara pandang saya dan cara saya menempatkan diri di tengah-tengah persoalan tersebut.</span>&nbsp;</span></div>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;">&nbsp;<b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">Makna Sholawat</span></b> </span></p>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;">&nbsp;<span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">Pertama-tama, sangat penting untuk menjawab pertanyaan berikut ini: apa sih sesungguhnya arti atau makna atau hakikat dari sholawat Nabi itu? Apa pe-ngertiannya menurut bahasa? Apa pula pengertiannya menurut istilah?</span></span><span style="font-family: Verdana;"> </span></div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;">&nbsp;<span style="font-family: Verdana;"> </span></p>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">Secara bahasa, sholawat berarti doa. Kata ini satu unsur dengan kata &quot;shalat&quot;. Dia juga berarti ingat, dzikir, ucapan, renungan, cinta, barakah, dan pujian. Dan, seperti yang telah diterangkan pada bab sebe-lumnya, makna sholawat Allah kepada Nabi adalah: (1) jaminan berkah Allah kepada Nabi; (2) pujian atau sanjungan Allah kepada Nabi; (3) ultimatum kepada musuh-musuh Nabi; dan (4) seruan kepada kita agar bersholawat kepada Nabi.</span></span></div>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;">&nbsp;<span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">Sedang, makna para malaikat Allah bersholawat kepada Nabi adalah sebagai berikut:</span></span></div>
<div style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;">&nbsp;<span style="font-family: Verdana;"> </span></p>
<div style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">1.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span>bukti ketundukan dan kepatuhan malaikat kepada perintah Allah;</span></span></div>
</div>
<div style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;">&nbsp;<span style="font-family: Verdana;"> </span></p>
<div style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">2.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span>perantara langit bagi rahmat Allah Swt. kepada Nabi; </span></span></div>
</div>
<div style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;">&nbsp;<span style="font-family: Verdana;"> </span></p>
<div style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">3.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span>penghormatan kepada Nabi; dan </span></span></div>
</div>
<div style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;">&nbsp;<span style="font-family: Verdana;"> </span></p>
<div style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">4.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span>doa kepada Nabi.</span></span></div>
</div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;">&nbsp;</span></div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">Sekarang, apa makna sholawat kita kepada Nabi?</span></div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;">&nbsp;<span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">Ada beberapa makna yang bisa saya sebutkan di sini:</span></span><span style="font-family: Verdana;"> </span></div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;">&nbsp;<span style="font-family: Verdana;"> </span></p>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">Pertama</span></b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">, sebagai doa kita kepada Nabi. Tanpa perlu untuk mendebatkan apakah Muhammad itu dijamin kesuciannya atau tidak oleh Allah, ucapan sholawat kita, salah satunya, berfiingsi sebagai doa yang kita panjatkan untuk Nabi. Pertanyaannya, doa tentang apa? Jawabannya: (1) doa memohon keberkahan Allah kepada Nabi; dan (2) doa memohon keselamatan Allah kepada Nabi.</span></span></div>
</div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;">&nbsp;<span style="font-family: Verdana;"> </span></p>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">Tetapi, bukankah Nabi telah wafat? Lalu, kenapa mesti beliau kita doakan untuk keberkahan dan keselamatannya? Bukankah aneh berdoa tentang keselamatan pada orang yang telah meninggal dunia? Bagaimana supaya tidak menjadi aneh begini?</span></span></div>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;">&nbsp;<span style="font-family: Verdana;"> </span></p>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">Terkadang, keanehan itu karena keawaman kita. Terkadang, yang aneh itu bukan siapa-siapa, tetapi akal kita sendiri. Simaklah ayat al-Qur&#39;an berikut ini:</span></span></div>
</div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;">&nbsp;</p>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">&quot;<i>Dan jangan sekali-sekali kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur pada jalan Allah (bahwa mereka itu) mati, bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup tetapi kamu tidak menyadarinya.&quot;</i> (QS. al-Baqarah: 154).</span></span></div>
</div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;">&nbsp;<span style="font-family: Verdana;"> </span></p>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">Dan ayat ini: </span></span></div>
</div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;">&nbsp;<span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">&ldquo;<i>Dan janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakangyang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.</i>&quot; (QS. Ali Imran: 169-170).</span><span style="font-family: Verdana;"> </span></div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;">&nbsp;<span style="font-family: Verdana;"> </span></p>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">Secara jasadiah, Rasulullah Saw. memang telah meninggal dunia. Tetapi, berdasarkan dua ayat di atas, secara ruhiah, Rasulullah itu tidak meninggal dunia. Beliau dan umat beliau yang bersikukuh dalam jihad bersama beliau dan ajaran beliau hanyalah berpindah hidup secara ruhiah saja, yakni dari kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat. Dua ayat di atas menjawab keraguan sebagian muslim akan arti pentingnya sholawat kepada Nabi, juga menjawab tentang arti pentingnya bertawasul kepada baginda Nabi.</span></span></div>
</div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;">&nbsp;<span style="font-family: Verdana;"> </span></p>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">Dengan demikian, apabila bacaan sholawat kita kepada Nabi termaknai sebagai doa kepada beliau, tentu saja doa kita akan sampai dan tidak ada keanehan apa-apa dalam masalah ini.</span></span></div>
</div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;">&nbsp;<span style="font-family: Verdana;"> </span></p>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">Kedua</span></b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">, sholawat kita kepada Nabi merupakan cara kita bertawasul kepada baginda Nabi. Pada dasarnya tawasul secara tata bahasa berarti &quot;yang menyam-paikan&quot; (al-wasilah atau al-wusul). Sering pula disebut dengan rabithah yang berarti perantara atau yang berhubungan. Pemahaman tawasul yang sebenar-benarnya saat ini sudah mulai dilupakan oleh masya-rakat, padahal memiliki dasar otentik di dalam al-Qur&#39;an dan as-Sunnah sehingga dasar hukum sebe-narnya sangat kuat.</span></span></div>
</div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;">&nbsp;<span style="font-family: Verdana;"> </span></p>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">Tawasul diperintahkan oleh Allah, al-Musthafa Muhammad Rasulullah Saw., dan ahlul bait; dan diamalkan dengan sangat konsisten oleh para ulama, imam, maupun mursyid dan seterusnya sampai ke akhir zaman nanti. Al-Qur&#39;an memfirmankan:</span></span></div>
</div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;">&nbsp;<span style="font-family: Verdana;"> </span></p>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><i><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">&quot;Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang dapat mendekatkan kepada keridhaan-Nya (al-wasilaah). Danberjihad-lah pada jalan-Nya semoga kamu beruntung.&quot;</span></i><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"> (QS. al-Maaidah: 35).</span></span></div>
</div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;">&nbsp;</span></p>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;">
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"><span style="font-family: Verdana;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">Ibnu Atsir Izzuddin Ali bin Muhammad</span></b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"> (wafat tahun 630) dalam bukunya Asadal-Ghabab fi Ma&#39;rifat ash-Shabah menulis: &quot;<i>Pada tahun di mana paceklik memuncak, Umar bin Khatab meminta hujan dengan perantara Abbas, maka Allah menurunkan hujan. Lalu, Umar berkata kepada orang banyak, &#39;Demi Allah, Abbas adalah perantara kita kepada Allah dan ia memiliki kedudukan di sisi-Nya.&quot;</i></span></span></div>
</p></div>
</div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;">&nbsp;<span style="font-family: Verdana;"> </span></p>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">Dalam kitab Jamharotul Aulia disebutkan bahwa-sanya para sahabat bertawasul melalui al-Musthafa Muhammad Rasulullah Saw., di mana mereka shalat istisqa&#39; (meminta hujan) bersama al-Musthafa.</span></span></div>
</div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;">&nbsp;<span style="font-family: Verdana;"> </span></p>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">Sungguh, terdapat pembahasan yang amat panjang tentang tawasul ini. Terdapat pula perdebatan di dalamnya, hingga sekarang ini, yang pada intinya perdebatan tersebut berkait dengan tema boleh-tidaknya kita bertawasul (berwasilah). Sekaitan dengan hal ini, saya mengikuti pendapat yang membolehkannya.</span></span></div>
</div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;">&nbsp;<span style="font-family: Verdana;"> </span></p>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">Ketiga</span></b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">, sholawat kita kepada Nabi Muhammad adalah bukti cinta kita kepada beliau. Kita telah me-nyinggung persoalan ini pada bab sebelumnya.</span></span></div>
</div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;">&nbsp;<span style="font-family: Verdana;"> </span></p>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">Keempat</span></b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">, sholawat kita kepada Baginda Rasul Saw. adalah wujud pencerapan kita terhadap energi yang dikandung di balik sholawat tersebut. Ini adalah tema dan misi pokok yang diemban oleh buku ini.</span></span></div>
</div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;">&nbsp;<span style="font-family: Verdana;"> </span></p>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">Alhasil, Fakhrurrozi menjelaskan falsafah sholawat sebagai berikut: &quot;<i>Jika dikatakan bahwa, apabila Allah Swt. dan para malaikat-Nya telah memberikan sholawat kepada Nabi Saw, lalu apa perlunya lagi kita bersholawat? Kami mengatakan: Sholawat atas Nabi itu bukan karena beliau membutuhkannya, bahkan sholawat para malaikat pun tidak dibutuhkannya setelah adanya sholawat dari Allah kepadanya itu. Namun, semua itu adalah untuk menampakkan kebesaran Nabi Saw., sebagaimana Allah telah mewajibkan atas kita berdzikir menyebut nama-Nya, padahal pasti Dia tidak membutuhkan semua itu. Namun, semua itu adalah untuk menampakkan kebesaran-Nya dan sebagai belas kasihan kepada kita supaya dengan adanya dzikir itu, Dia memberi kita pahala.</i>&quot;</span></span></div>
</div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"><span style="font-family: Verdana;">&nbsp;</span></div>
<div>
<div id="ftn1">
<div><span style="font-family: Verdana;"><a href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;">[1]</span></a></span><span style="font-family: Verdana;"> <i>Sejuta Keajaiban Shalawat Nabi</i>, Muhammad Muhyiddin, Jogjakarta: DIVA Press</span></div>
<div>&nbsp;</div>
<blockquote>
<div><span style="font-family: Verdana;"><strong>Download:</strong></span></div>
<div><a href="http://www.ziddu.com/download/16944065/HakikatSholawatNabi2.docx.html" target="_blank"><span style="font-family: Verdana;">http://www.ziddu.com/download/16944065/HakikatSholawatNabi2.docx.html</span></a></div>
</blockquote>
<div><span style="font-family: Verdana;">&nbsp;</span></div>
</p></div>
</div>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sutisna.com/keislaman/hakikat-sholawat-nabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

