<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sutisna.com &#187; Kurikulum</title>
	<atom:link href="http://www.sutisna.com/category/pendidikan/kurikulum/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sutisna.com</link>
	<description>Sutisna.com</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Apr 2012 23:18:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Peranan Kurikulum</title>
		<link>http://www.sutisna.com/pendidikan/kurikulum/peranan-kurikulum/</link>
		<comments>http://www.sutisna.com/pendidikan/kurikulum/peranan-kurikulum/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Oct 2011 15:56:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kurikulum]]></category>
		<category><![CDATA[Peran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sutisna.com/?p=271</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160;Peranan Kurikulum[1] Kurikulum dalam pendidikan formal di sekolah/madrasah memiliki peranan yang sangat strategis dan menentukan pencapaian tujuan pendidikan. Apabila dirinci secara lebih mendetail terdapattiga<br /><br /><a href="http://www.sutisna.com/pendidikan/kurikulum/peranan-kurikulum/">Continue Reading </a> &#187;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;">&nbsp;<b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Peranan Kurikulum<a href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""><span><span><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">[1]</span></b></span></span></a></span></b></p>
<div style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Kurikulum dalam pendidikan formal di sekolah/madrasah memiliki peranan yang sangat strategis dan menentukan pencapaian tujuan pendidikan. Apabila dirinci secara lebih mendetail terdapattiga peranan yang dinilai sangat penting, yaitu peranan konservatif, peranan kreatif, dan peranan kritis/evaluatif (Oemar Hamalik, 1990).</span></div>
<div style="margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">1.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></b><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Peranan Konservatif</span></b></div>
<div style="margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Peranan konservatif menekankan bahwa kurikulum itu dapat dijadikan sebagai sarana untuk mentransmisikan nilai-nilai warisan budaya masa lalu yang dianggap masih relevan dengan masa kini kepada generasi muda, dalam hal ini para siswa. Peranan konservatif ini pada hakikatnya menempatkan kurikulum yang berorientasi ke masa lampau. Peranan ini sifatnya menjadi sangat mendasar, disesuaikan dengan kenyataan bahwa pendidikan pada hakikatnya merupakan proses sosial. Salah satu tugas pendidikan yaitu mempengaruhi dan membina perilaku siswa sesuai dengan nilai-nilai sosial yang hidup di lingkungan masyarakatnya.</span></div>
<div style="margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">2.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></b><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Peranan Kreatif</span></b></div>
<div style="margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Perkembangan ilmu pengetahuan dan aspek-aspek lainnya senantiasa terjadi setiap saat. Peranan kreatif menekankan bahwa kurikulum harus mampu mengembangkan sesuatu yang baru sesuai dengan perkembangan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan masyarakat pada masa sekarang dan masa mendatang. Kurikulum harus mengandung hal-hal yang dapat membantu setiap siswa mengembangkan semua potensi yang ada pada dirinya untuk memperoleh pengetahuan-pengetahuan baru, kemampuan-kemampuan baru, serta cara berpikir baru yang dibutuhkan dalam kehidupannya.</span></div>
<div style="margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">3.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></b><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Peranan Kritis dan Evaluatif</span></b></div>
<div style="margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Peranan ini dilatarbelakangi oleh adanya kenyataan bahwa nilai-nilai dan budayayang hidup dalam masyarakat senantiasa mengalami perubahan, sehingga pewarisan nilai-nilai dan budaya masa lalu kepada siswa perlu disesuaikan dengan kondisi yang terjadi pada masa sekarang. Selain itu, perkembangan yang terjadi pada masa sekarang dan masa mendatang belum tentu sesuai dengan apayang dibutuhkan. Oleh karena itu, peranan kurikulum tidak hanya mewariskan nilai dan budaya yang ada atau menerapkan hasil perkembangan baru yang terjadi, melainkan juga memiliki peranan untuk menilai dan memilih nilai dan budaya serta pengetahuan baru yang akan diwariskan tersebut. Dalam hal ini, kurikulum harus turut aktif berpartisipasi dalam kontrol atau filter sosial. Nilai-nilai sosial yang tidak sesuai lagi dengan keadaan dan tuntutan masa kini dihilangkan dan diadakan modifikasi atau penyempurnaan-penyempurnaan.</span></div>
<div style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Ketiga peranan kurikulum di atas tentu saja harus berjalan secara seimbang dan harmonis agar dapat memenuhi tuntutan keadaan. Jika tidak, akan terjadi ketimpangan-ketimpangan yang menyebabkan peranan kurikulum persekolahan menjadi tidak optimal. Menyelaraskan ketiga peranan kurikulum tersebut menjadi tanggung jawab semua pihak yang terkait dalam proses pendidikan, di antaranya guru, kepala sekolah, pengawas, orang tua, siswa, dan masyarakat. Dengan demikian, pihak-pihak yang terkait tersebut idealnya dapat memahami betul apa yang menjadi tujuan dan isi dari kurikulum yang diterapkan sesuai dengan bidang tugas masing-masing.</span></div>
<div style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Selain itu, perkembangan yang terjadi pada masa sekarang dan masa mendatang belum tentu sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Oleh karena itu, peranan kurikulum tidak hanya mewariskan nilai dan budaya yang ada atau menerapkan hasil perkembangan baru yang terjadi, melainkan juga memiliki peranan untuk menilai dan memilih nilai dan budaya serta pengetahuan baru yang akan diwariskan tersebut. Dalam hal ini, kurikulum harus turut aktif berpartisipasi dalam kontrol atau filter sosial. Nilai-nilai sosial yang tidak sesuai lagi dengan keadaan dan tuntutan masa kini dihilangkan dan diadakan modifikasi atau penyempurnaan-penyempurnaan.Ketiga peranan kurikulum di atas tentu saja harus berjalan secara seimbang dan harmonis agar dapat memenuhi turitutan keadaan. Jika tidak, akan terjadi ketimpangan-ketimpangan yang menyebabkan peranan kurikulum persekolahan menjadi tidak optimal.</span></div>
<div style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Menyelaraskan ketiga peranan kurikulum tersebut menjadi tanggung jawab semua pihak yang terkait dalam proses pendidikan, di antaranya guru, kepala sekolah, pengawas, orang tua, siswa, dan masyarakat. Dengan demikian, pihak-pihak yang terkait idealnya dapat memahami betul apa yang menjadi tujuan dan isi dari kurikulum yang diterapkan sesuai dengan bidang tugas masing-masing.</span></div>
<div><br clear="all" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div id="ftn1">
<div><a href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""><span><span><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">[1]</span></span></span></a>&nbsp;Kurikulum dan Pembelajaran, 2006, Bandung: UPI</div>
<p>&nbsp;</p>
</p></div>
</div>
<p>&nbsp;</p>
<blockquote>
<p><strong><span style="font-family: Verdana;">Download for member:</span></strong></p>
<p><span style="font-family: Verdana;">[mv]<a href="http://www.ziddu.com/download/16971258/PerananKurikulum.docx.html" target="_blank">http://www.ziddu.com/download/16971258/PerananKurikulum.docx.html</a></span>[/mv]</p>
</blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sutisna.com/pendidikan/kurikulum/peranan-kurikulum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fungsi Kurikulum</title>
		<link>http://www.sutisna.com/pendidikan/kurikulum/fungsi-kurikulum/</link>
		<comments>http://www.sutisna.com/pendidikan/kurikulum/fungsi-kurikulum/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Oct 2011 15:45:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kurikulum]]></category>
		<category><![CDATA[Fungsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sutisna.com/?p=268</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Fungsi Kurikulum[1] &#160; Pada dasarnya kurikulum itu berfungsi sebagai pedoman atau acuan. Bagi guru, kurikulum itu berfungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan proses pembelajaran. Bagi<br /><br /><a href="http://www.sutisna.com/pendidikan/kurikulum/fungsi-kurikulum/">Continue Reading </a> &#187;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<div align="center" style="margin-bottom: 6pt; text-align: center; line-height: 150%;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Fungsi Kurikulum<a href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""><span><span><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">[1]</span></b></span></span></a></span></b></div>
<div align="center" style="margin-bottom: 6pt; text-align: center; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Pada dasarnya kurikulum itu berfungsi sebagai pedoman atau acuan. Bagi guru, kurikulum itu berfungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan proses pembelajaran. Bagi sekolah atau pengawas, berfungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan supervisi atau pengawasan. Bagi orang tua, kurikulurn itu berfungsi sebagai pedoman dalam membimbing anaknya belajar di rumah. Bagi masyarakat, kurikulum itu berfungsi sebagai pedoman untuk memberikan bantuan bagi terselenggaranya proses pendidikan di sekolah. Bagi siswa itu sendiri, kurikulum berfungsi sebagai suatu pedoman belajar.</span></div>
<div style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Berkaitan dengan fungsi kurikulum bagi siswa sebagai subjek didik, terdapat enam fungsi kurikulum, yaitu:</span></div>
<div style="margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">1.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Fungsi Penyesuaian (<i>the adjustive or adaptive function</i>)</span></div>
<div style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Fungsi penyesuaian mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu mengarahkan siswa agar memiliki sifat <i>well adjusted</i> yaitu mampu menyesuaikan dirinya dengan lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial. Lingkungan itu sendiri senantiasa mengalami perubahan dan bersifat dinamis. Oleh karena itu, siswa pun harus memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di lingkungannya.</span></div>
<div style="margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">2.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Fungsi Integrasi (<i>the integrating function</i>)</span></div>
<div style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Fungsi integrasi mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu menghasilkan pribadi-pribadi yang utuh. Siswa pada dasarnya merupakan anggota dan bagian integral dari masyarakat. Oleh karena itu, siswa harus memiliki kepribadian yang dibutuhkan untuk dapat hidup dan berintegrasi dengan masyarakatnya.</span></div>
<div style="margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">3.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Fungsi Diferensiasi (<i>the differentiating function</i>)</span></div>
<div style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Fungsi diferensiasi mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu memberikan pelayanan terhadap perbedaan individu siswa. Setiap siswa memiliki perbedaan, baik dari aspek fisik maupun psikis yang harus dihargai dan dilayani dengan baik.</span></div>
<div style="margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">4.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Fungsi Persiapan (<i>the propaedeutic function</i>)</span></div>
<div style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Fungsi persiapan mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu mempersiapkan siswa untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan berikutnya. Selain itu, kurikulum juga diharapkan dapat mempersiapkan siswa untuk dapat hidup dalam masyarakat seandainya karena sesuatu hal, tidak dapat melanjutkan pendidikannya.</span></div>
<div style="margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">5.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Fungsi Pemilihan (<i>the selective function</i>)</span></div>
<div style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Fungsi pemilihan mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih program-program belajar yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya. Fungsi pemilihan ini sangat erat hubungannya dengan fungsi diferensiasi, karena pengakuan atas adanya perbedaan individual siswa berarti pula diberinya kesempatan bagi siswatersebut untuk memilih apayang sesuai dengan minat dan kemampuannya. Untuk mewujudkan kedua fungsi tersebut, kurikulum perlu disusun secara lebih luas dan bersifat fleksibel.</span></div>
<div style="margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">6.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Fungsi Diagnostik (<i>the diagnostic function</i>)</span></div>
<div style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Fungsi diagnostik mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu membantu dan mengarahkan siswa untuk dapat memahami dan menerima kekuatan (potensi) dan kelemahan yang dimilikinya. Apabila siswa sudah mampu memahami kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan yang ada pada dirinya, maka diharapkan siswa dapat mengembangkan sendiri potensi kekuatan yang dimilikinya atau memperbaiki kelemahan-kelemahannya.</span></div>
<div><br clear="all" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div id="ftn1">
<div><a href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""><span><span><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">[1]</span></span></span></a> &nbsp;Kurikulum dan Pembelajaran, 2006, Bandung: UPI</div>
<p>&nbsp;</p>
</p></div>
</div>
<p>&nbsp;</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-family: Verdana;">Download for member:</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;">[mv]<a href="http://www.ziddu.com/download/16970959/FungsiKurikulum.docx.html" target="_blank">http://www.ziddu.com/download/16970959/FungsiKurikulum.docx.html</a></span><span style="font-family: Verdana;">[/mv]</span></p>
</blockquote>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sutisna.com/pendidikan/kurikulum/fungsi-kurikulum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengertian dan Dimensi Kurikulum</title>
		<link>http://www.sutisna.com/pendidikan/kurikulum/pengertian-dan-dimensi-kurikulum/</link>
		<comments>http://www.sutisna.com/pendidikan/kurikulum/pengertian-dan-dimensi-kurikulum/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Oct 2011 09:15:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kurikulum]]></category>
		<category><![CDATA[Pengertian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sutisna.com/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[&#160;&#160; Pengertian dan Dimensi Kurikulum lstifah kurikulum (curriculum), yang pada awalnya digunakan dalam dunia olahraga, berasal dari kata curir(pelari) dan curere (tempat berpacu). Pada saat<br /><br /><a href="http://www.sutisna.com/pendidikan/kurikulum/pengertian-dan-dimensi-kurikulum/">Continue Reading </a> &#187;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;&nbsp;</p>
<div align="center" style="margin-bottom: 6pt; text-align: center;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Pengertian dan Dimensi Kurikulum</span></b></div>
<div style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">lstifah kurikulum (curriculum), yang pada awalnya digunakan dalam dunia olahraga, berasal dari kata curir(pelari) dan curere (tempat berpacu). Pada saat itu kurikulum diartikan sebagaijarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari mulai dari startsampai finish untuk memperoleh medali/ penghargaan. Kemudian, pengertian tersebut diterapkan dalam dunia pendidikan menjadi sejumlah mata pelajaran (subiect) yang harus ditempuh oleh seorang siswa dari awal sampai akhir program pelajaran untuk memperoleh penghargaan dalam bentuk ijazah. Dari pengertian tersebut, dalam kurikulum terkandung dua hal pokok, yaitu (l ) adanya mata pelajaran yang harus ditempuh oleh siswa, dan (2) tujuan utamanya yaitu untuk memperoleh ijazah. Dengan demikian, implikasi terhadap praktik pengajaran yaitu setiap siswa harus menguasai seluruh mata pelajaran yang diberikan dan menempatkan guru dalam posisiyang sangat penting dan menentukan. Keberhasilan siswa ditentukan oleh seberapa jauh mata pelajaran tersebut dikuasainya dan biasanya disimbolkan dengan skoryang diperoleh setelah mengikuti suatu tes atau ujian. </span></div>
<div style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Pengertian kurikulum seperti disebutkan di atas dianggap pengertian yang sempit atau sangat sederhana. Jika kita mempelajari buku-buku atau literatur lainnya tentang kurikulum, terutama yang berkembang di negara-negara maju, maka akan ditemukan banyak pengertian yang lebih luas dan beragam. Kurikulum itu tidak terbatas hanya pada sejumlah mata pelajaran saja, tetapi mencakup semua pengalaman belajar (learning experiences) yang dialami siswa dan mempengaruhi perkembangan pribadinya. </span></div>
<div style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Bahkan Harold B. Alberty (1965) memandang kurikulum sebagai semua kegiatan yang diberikan kepada siswa di bawah tanggung jawab sekolah (all of the activities that are provided for the students by the school). Kurikulum tidak dibatasi pada kegiatan di dalam kelas saja, tetapi mencakup juga kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh siswa di luar kelas. </span></div>
<div style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Pendapat yang senada dan menguatkan pengertian tersebut dikemukakan oleh Saylor, Alexander, dan Lewis (1974) yang menganggap kurikulum sebagai segala upaya sekolah untuk mempengaruhi siswa supaya belajar, baik dalam ruangan kelas, di halaman sekolah, maupun di luar sekolah. Selanjutnya berdasarkan hasil pengumpulan informasi tentang kata kurikulum tahun l9l6-1982 diperoleh beberapa pernyataan yang dapat dikembangkan sebagai definisi dari kurikulum. </span></div>
<div style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Pengertian kurikulum senantiasa berkembang terus sejalan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan. </span></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sutisna.com/pendidikan/kurikulum/pengertian-dan-dimensi-kurikulum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

