<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sutisna.com &#187; Kesehatan</title>
	<atom:link href="http://www.sutisna.com/category/kesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sutisna.com</link>
	<description>Sutisna.com</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Apr 2012 23:18:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Resusitasi</title>
		<link>http://www.sutisna.com/kesehatan/resusitasi/</link>
		<comments>http://www.sutisna.com/kesehatan/resusitasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Oct 2011 05:05:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Keperawatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sutisna.com/?p=306</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160;Resusitasi[1] &#160; 2.3.1&#160;&#160;&#160; &#160;Pengertian Resusitasi adalah tindakan untuk menghidupkan kembali atau memulihkan kembali kesadaran seseorang yang tampaknya mati sebagai akibat berhentinya fungsi jantung dan<br /><br /><a href="http://www.sutisna.com/kesehatan/resusitasi/">Continue Reading </a> &#187;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;">&nbsp;<strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Resusitasi</span></strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;"><a href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""><strong><span><span><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">[1]</span></span></span></strong></a></span></p>
<div style="text-align: justify;">&nbsp;</div>
<div style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">2.3.1<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">&nbsp;Pengertian</span></strong></div>
<div style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Resusitasi adalah tindakan untuk menghidupkan kembali atau memulihkan kembali kesadaran seseorang yang tampaknya mati sebagai akibat berhentinya fungsi jantung dan paru, yang berorientasi pada otak (Tjokronegoro, 1998).</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sedangkanmenurut Rilantono, dkk (1999) resusitasi mengandung arti harfiah &ldquo;menghidupkan kembali&rdquo;, yaitu dimaksudkan usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk mencegah suatu episode henti jantung berlanjut menjadi kematian biologis. Resusitasi jantung paru terdiri atas dua komponen utama yakni: bantuan hidup dasar (BHD) dan bantuan hidup lanjut (BHL). Selanjutnya adalah perawatan pasca resusitasi.</span></div>
<div style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-weight: normal;">Bantuan hidup dasar adalah usaha yang dilakukan untuk menjaga jalan nafas (<i>Airway</i>) tetap terbuka, menunjang pernafasan dan sirkulasi darah. Usaha ini harus dimulai dengan mengenali secara tepat keadaan henti jantung atau henti nafas dan segera memberikan bantuan ventilasi dan sirkulasi. Usaha BHD ini bertujuan dengan cepat mempertahankan pasokan oksigen ke otak, jantung dan alat-alat vital lainnya sambil menunggu pengobatan lanjutan (bantuan hidup lanjut).</span></div>
<div style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-weight: normal;">Resusitasi dilakukan pada keadaan henti nafas, misalnya pada korban tenggelam, stroke, obstruksi benda asing di jalan nafas, inhalasi gas, keracunan obat, tersedak, tersengat listrik, koma dan lain-lain. Sedangkan henti jantung terjadi karena fibrilasi ventrikel, takhikardi ventrikel, asistol dan disosiasi elektromekanikal.</span></div>
<div style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;">&nbsp;</div>
<div style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">2.3.2<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span></span><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;"><span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Tujuan</span></strong></div>
<div style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-weight: normal;">Tindakan resusitasi merupakan tindakan yang harus dilakukan dengan segera sebagai upaya untuk menyelamatkan hidup (Hudak dan Gallo, 1997). Tindakan resusitasi ini dimulai dengan penilaian secara tepat keadaan dan kesadaran penderita kemudian dilanjutkan dengan pemberian bantuan hidup dasar <i>(basic life support) </i>yang bertujuan untuk oksigenasi darurat. (AHA, 2003).</span></div>
<div style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Tujuan tahap II <i>(advance life support) </i>adalah untuk memulai kembali sirkulasi yang spontan, sedangkan tujuan tahap III <i>(prolonged life support)</i> adalah pengelolaan intensif pasca resusitasi. Hasil akhir dari tindakan resusitasi akan sangat tergantung pada kecepatan dan ketepatan penolong pada tahap I dalam memberikan bantuan hidup dasar.</span></div>
<div style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Tujuan utama resusitasi kardiopulmoner yaitu melindungi otak secara manual dari kekurangan oksigen, lebih baik terjadi sirkulasi walaupun dengan darah hitam daripada tidak sama sekali. Sirkulasi untuk menjamin oksigenasi yang adekwat sangat diperlukan dengan segera karena sel-sel otak menjadi lumpuh apabila oksigen ke otak terhenti selama 8 &ndash; 20 detik dan akan mati apabila oksigen terhenti selama 3 &ndash; 5 menit (Tjokronegoro, 1998). Kerusakan sel-sel otak akan menimbulkan dampak negatif berupa kecacatan atau bahkan kematian.</span></div>
<div style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;">&nbsp;</div>
<div style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">2.3.3<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Resusitasi</span></strong></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Hipoksia yang disebabkan kegawatan pernafasan akan mengaktifkan metabolisme anaerob. Apabila&nbsp;keadaan hipoksia semakin berat dan lama, metabolisme anaerob akan menghasilkan asam laktat. Dengan memburuknya keadaan asidosis dan penurunan aliran darah ke otak maka akan terjadi kerusakan otak dan organ lain (Yu dan Monintja, 1997).&nbsp;Selanjutnya dapat terjadi depresi pernafasan yang dimanifestasikan dengan apneu yang memanjang bahkan dapat menyebabkan kematian.</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Depresi nafas yang dimanifestasikan dengan apneu yang memanjang hanya dapat diatasi dengan pemberian oksigen dengan tekanan positif, massase jantung eksternal dan koreksi keadaan asidosis. Hanya setelah oksigenasi dan perfusi jaringan diperbaiki maka aktivitas respirasi dimulai (Yu dan Monintja, 1997).</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Pendapat tersebut menekankan pentingnya tindakan resusitasi dengan segera. Makin lambat dimulainya tindakan resusitasi yang efektif maka akan makin lambat pula timbulnya usaha nafas dan makin tinggi pula resiko kematian dan kecacatan. Hal ini diperkuat dengan pendapat Nelson (1999) yang menyatakan bahwa peluang keberhasilan tata laksana penderita dengan henti nafas menitikberatkan pada pentingnya kemampuan tata laksana karena peningkatan hasil akhir pasca henti pernafasan dihubungkan dengan kecepatan dilakukannya resusitasi jantung paru.</span></div>
<div style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-weight: normal;">Resusitasi akan berhasil apabila dilakukan segera setelah kejadian henti jantung atau henti nafas pada saat kerusakan otak yang menetap <i>(irreversible) </i>belum terjadi. Kerusakan otak yang menetap akan terjadi apabila kekurangan O<sub>2</sub> dalam darah tidak segera dikoreksi atau apabila sirkulasi terhenti lebih dari 3 &ndash; 5 menit (Tjokronegoro, 1998)</span></div>
<div style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Keberhasilan resusitasi tergantung kepada :</span></div>
<div style="margin-left: 17pt; text-indent: -17pt; line-height: 200%; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">1)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Keadaan miokardium</span></div>
<div style="margin-left: 17pt; text-indent: -17pt; line-height: 200%; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">2)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Penyebab terjadinya henti jantung</span></div>
<div style="margin-left: 17pt; text-indent: -17pt; line-height: 200%; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">3)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Kecepatan dan ketepatan tindakan</span></div>
<div style="margin-left: 17pt; text-indent: -17pt; line-height: 200%; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">4)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Mempertahankan penderita di perjalanan ke rumah sakit</span></div>
<div style="margin-left: 17pt; text-indent: -17pt; line-height: 200%; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">5)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Perawatan khusus di rumah sakit</span></div>
<div style="margin-left: 17pt; text-indent: -17pt; line-height: 200%; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">6)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Umur (tetapi tidak terlalu menentukan) </span></div>
<div style="line-height: 200%; text-align: justify;">&nbsp;</div>
<div style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 200%;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">2.3.4<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></b><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Tatalaksana Tindakan Resusitasi</span></b></div>
<div style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 200%;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">2.3.4.1<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></b><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Penilaian Bayi</span></b></div>
<div style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Penilaian kegawatan pada bayi dan anak yang mengalami kegawatan tidak lebih dari 30 detik yang meliputi:</span></div>
<div style="margin-left: 17pt; text-align: justify; text-indent: -17pt; line-height: 200%;"><i><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">1)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp; </span></span></i><i><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Airway</span></i></div>
<div style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">&nbsp;Apakah ada obstruksi yang menghalangi jalan nafas, apakah memerlukan alat bantu jalan nafas, apakah ada cedera pada leher.</span></div>
<div style="margin-left: 17pt; text-align: justify; text-indent: -17pt; line-height: 200%;"><i><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">2)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp; </span></span></i><i><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Breathing</span></i></div>
<div style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">&nbsp;Frekuensi nafas, gerak nafas, aliran udara pernafasan, warna kulit/mukosa.</span></div>
<div style="margin-left: 17pt; text-align: justify; text-indent: -17pt; line-height: 200%;"><i><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">3)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp; </span></span></i><i><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Circulation</span></i></div>
<div style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">&nbsp;Frekuensi, tekanan darah, denyut sentral, perfusi kulit (<i>capillary refilling time</i>, suhu, <i>mottling</i>), perfusi serebral, reaksi kesadaran (tonus otot, mengenal, ukuran pupil, postur).</span></div>
<div style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;">&nbsp;</div>
<div style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><b><font size="5"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">2.3.4.2<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Posisi Bayi</span></font></b></div>
<div style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Untuk dapat dilakukan resusitasi jantung paru, penderita harus dibuat dalam posisi terlentang dan diusahakan satu level atau datar. Posisi untuk bayi baru lahir (neonatus) leher sedikit ekstensi, atau dengan meletakkan handuk atau selimut di bawah bahu bayi sehingga bahu terangkat 2-3 cm (gambar 2.1).</span></div>
<div style="text-align: justify;"><b><font size="5">&nbsp;</font></b></div>
<div style="text-align: justify;"><b><font size="5"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">2.3.4.3&nbsp;Posisi Penolong</span></font></b></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Penolong sebaiknya berdiri disamping penderita dalam posisi dimana ia dapat melakukan gerakan bantuan nafas dan bantuan sirkulasi tanpa harus merubah posisi tubuh (gambar 2.2).</span></div>
<div style="text-align: justify; line-height: 200%;">&nbsp;</div>
<div style="text-align: justify; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">&nbsp;<b>2.3.4.4 Teknik Resusitasi</b></span></div>
<div style="text-align: justify;"><b><font size="6"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">2.3.4.4.1&nbsp;&nbsp; <i>Airway</i> :&nbsp;membuka jalan nafas</span></font></b></div>
<div style="margin-left: 17pt; text-align: justify; text-indent: -17pt; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">1)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Tentukan derajat kesadaran dan kesulitan nafas.</span></div>
<div style="margin-left: 17pt; text-align: justify; text-indent: -17pt; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">2)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Buka jalan nafas dengan cara tengadahkan kepala dan topang dagu (<i>head tilt and chin lift</i>) bila tidak terdapat cedera kepala atau leher dengan cara satu tangan pada dahi, tekan ke belakang. Jari tangan lain pada rahang bawah, dorong keluar dan ke atas (gambar 2.3). Gerakan ini akan mengangkat pangkal lidah ke atas sehingga jalan nafas terbuka. Lidah yang jatuh ke belakang sering menjadi penyebab obstruksi jalan nafas pada penderita yang tidak sadar.</span></div>
<div style="text-align: justify; line-height: 200%;"><i>&nbsp;</i></div>
<div style="margin-left: 17pt; text-align: justify; text-indent: -17pt; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">3)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Gerakan mendorong rahang ke bawah ke depan (<i>jaw thrust</i>) juga dapat membuka jalan nafas bila diketahui terdapat cedera leher atau kepala. </span></div>
<div style="text-align: justify;">&nbsp;</div>
<div style="margin-left: 17pt; text-align: justify; text-indent: -17pt; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">4)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Membersihkan benda asing dapat dilakukan dengan :</span></div>
<div style="margin-left: 36.85pt; text-indent: -19.85pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">(1)&nbsp;</span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Finger sweep</span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-style: normal;">: yaitu dengan menggunakan jari telunjuk dan jari tengah penolong untuk membebaskan sumbatan jalan nafas yang diakibatkan oleh sisa makanan.</span></div>
<div style="margin-left: 36.85pt; text-align: justify; text-indent: -19.85pt; line-height: 200%;"><i><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">(2)&nbsp;</span></i><i><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Heimlich manuver</span></i></div>
<div style="margin-left: 36.85pt; text-align: justify; text-indent: -19.85pt; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">(3)&nbsp;</span><i><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Abdominal/chest thrust </span></i><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">(Gambar 2.4)</span></div>
<div style="margin-left: 36.85pt; text-align: justify; text-indent: -19.85pt; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">(4)&nbsp;</span><i><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Suction</span></i><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;"> (pengisapan): yaitu membersihkan jalan nafas dilakukan pengisapan lendir/cairan dengan menggunakan suction. Pada bayi dimulai dengan mengisap mulut terlebih dahulu kemudian bagian hidung supaya tidak terjadi aspirasi dan dilakukan tidak lebih dari 5 detik.</span></div>
<div style="margin-left: 17pt; text-align: justify; text-indent: -17pt; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">5)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Setelah jalan nafas terbuka harus dinilai/evakuasi pernafasan&nbsp;dengan melihat, mendengar dan merasakan adanya hembusan nafas. </span></div>
<div style="text-align: justify; line-height: 200%;">&nbsp;</div>
<div style="line-height: 200%; text-align: justify;"><b><font size="4"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; vertical-align: baseline;">2.3.4.4.2&nbsp;&nbsp; <i>B: Breathing</i></span></b></font></b></div>
<div style="margin-left: 17pt; text-align: justify; text-indent: -17pt; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">1)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Dekatkan pipi penolong pada hidung dan mulut penderita, lihat dada penderita.</span></div>
<div style="margin-left: 17pt; text-align: justify; text-indent: -17pt; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">2)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Lihat, dengar dan rasakan pernafasan ( 5 &ndash; 10 detik).</span></div>
<div style="margin-left: 17pt; text-align: justify; text-indent: -17pt; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">3)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Jika tidak ada nafas lakukan bantuan nafas buatan/Ventilasi Tekanan Positif (VTP) .</span></div>
<div style="margin-left: 17pt; text-align: justify; text-indent: -17pt; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">4)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Pada Neonatus dan bayi &lt; 1 tahun : pasang sungkup di wajah, menutupi pipi, mulut dan hidung dan selanjutnya rapatkan. </span></div>
<div style="margin-left: 17pt; text-align: justify; text-indent: -17pt; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">5)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Pada anak &gt; 1 tahun pasang sungkup yang menutupi mulut, sedangkan hidung dapat dijepit dengan jari telunjuk dan ibu jari penolong.</span></div>
<div style="margin-left: 17pt; text-align: justify; text-indent: -17pt; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">6)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Lakukan tiupan nafas dengan mulut atau balon resusitasi. Berikan nafas buatan untuk neonatus 30-60 kali/menit, dan 20 kali untuk bayi dan anak yang kurang dari 8 tahun.</span></div>
<div style="margin-left: 17pt; text-align: justify; text-indent: -17pt; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">7)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Evaluasi pemberian nafas buatan dengan cara mengamati gerakan turun naik dada. Bila dada naik maka kemungkinan tekanan adekwat. Bila dada tidak naik cek kembali posisi&nbsp;anak, perlekatan sungkup, tekanan yang diberikan, periksa jalan nafas apakah ada mucus atau tidak bila ada dapat dilakukan penghisapan dengan suction.</span></div>
<div style="margin-left: 17pt; text-align: justify; text-indent: -17pt; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;"> <img src='http://www.sutisna.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> <span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Setelah dilakukan ventilasi selama satu menit, evaluasi apakah bayi atau anak dapat bernafas secara spontan,&nbsp;Lakukan penilaian pulsasi tidak boleh lebih dari 10 detik. Jika pulsasi ada dan penderita tidak bernafas, maka hanya dilakukan bantuan nafas sampai penderita bernafas spontan. </span></div>
<div style="text-align: justify; line-height: 200%;">&nbsp;</div>
<div style="text-align: justify; line-height: 200%;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">2.3.4.4.3&nbsp;&nbsp; <i>C: Circulation</i></span></b></div>
<div style="margin-left: 18.7pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">1)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Jika pulsasi tidak ada atau terjadi bradikardi maka harus dilakukan kompresi dada sehingga memberikan bantuan sirkulasi disertai bantuan nafas secara ritmik dan terkoordinasi.&nbsp;Pada neonatus pemberian kompresi jantung diberikan bila didapat pulsasi bayi &lt; 60 kali/menit.</span></div>
<div style="margin-left: 18.7pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">2)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Posisi tempat kompresi :</span></div>
<div style="margin-left: 36.85pt; text-align: justify; text-indent: -19.85pt; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">(1)&nbsp;</span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Pada neonatus: 1 jari dibawah linea interpapilaris.</span></div>
<div style="margin-left: 36.85pt; text-align: justify; text-indent: -19.85pt; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">(2)&nbsp;</span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Pada bayi: Sternum bagian bawah.</span></div>
<div style="margin-left: 36.85pt; text-align: justify; text-indent: -19.85pt; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">(3)&nbsp;</span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Pada anak: 2 jari diatas prosesus xipoideus.</span></div>
<div style="margin-left: 71pt; text-indent: -71pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">3)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Tangan yang melakukan kompresi :</span></div>
<div style="margin-left: 36.85pt; text-align: justify; text-indent: -19.85pt; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">(1)&nbsp;</span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Neonatus : menggunakan 2 jari tangan atau 2 ibu jari.</span></div>
<div style="margin-left: 36.85pt; text-align: justify; text-indent: -19.85pt; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">(2)&nbsp;</span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Bayi : dengan menggunakan 2 jari.</span></div>
<div style="text-align: justify;">&nbsp;</div>
<div>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div id="ftn1">
<div style="text-align: justify;"><a href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""><span><span><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">[1]</span></span></span></a> Lilis Lusiani, <i>Pengetahuan Perawat Tentang Kegawatan Nafas Dan Tindakan Resusitasi Pada Neonatus&nbsp;Yang Mengalami Kegawatan Pernafasan Di Ruang Nicu, Ruang Perinatologi&nbsp;Dan Ruang Anak Rsud Gunung Jati Cirebon</i>, Universitas Padjadjaran Fakultas Ilmu Keperawatan B&nbsp;A&nbsp;N&nbsp;D&nbsp;U&nbsp;N&nbsp;G, 2006</div>
<div style="text-align: justify;">&nbsp;</div>
<div style="text-align: justify;">
<div style="text-align: justify; line-height: 200%;">
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-family: Verdana;">Download for member:</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;">[mv]<a href="http://www.ziddu.com/download/17008553/Resusitasi.docx.html" target="_blank"><span style="text-decoration: underline;">http://www.ziddu.com/download/17008553/Resusitasi.docx.html</span></a></span>[/mv]&nbsp;</p>
</blockquote></div>
<p>&nbsp;</p>
</p></div>
<p>&nbsp;</p>
</p></div>
</div>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sutisna.com/kesehatan/resusitasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengetahuan Perawat Tentang Resusitasi Jantung Paru Pada Neonatus</title>
		<link>http://www.sutisna.com/kesehatan/pengetahuan-perawat-tentang-resusitasi-jantung-paru-pada-neonatus/</link>
		<comments>http://www.sutisna.com/kesehatan/pengetahuan-perawat-tentang-resusitasi-jantung-paru-pada-neonatus/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Oct 2011 04:42:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Keperawatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sutisna.com/?p=303</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160;Pengetahuan Perawat Tentang Resusitasi Jantung Paru Pada Neonatus[1] &#160; Resusitasi pada neonatus yang mengalami gawat nafas merupakan tindakan&#160;kritis yang harus dilakukan oleh perawat yang<br /><br /><a href="http://www.sutisna.com/kesehatan/pengetahuan-perawat-tentang-resusitasi-jantung-paru-pada-neonatus/">Continue Reading </a> &#187;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;">&nbsp;<strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Pengetahuan Perawat Tentang Resusitasi Jantung Paru Pada Neonatus</span></strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;"><a href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""><strong><span><span><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">[1]</span></span></span></strong></a></span></p>
<div>&nbsp;</div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Resusitasi pada neonatus yang mengalami gawat nafas merupakan tindakan&nbsp;kritis yang harus dilakukan oleh perawat yang kompeten. Perawat harus dapat membuat keputusan yang tepat pada saat kritis. Kemampuan ini memerlukan penguasaan pengetahuan dan keterampilan keperawatan yang unik pada situasi kritis dan mampu menerapkannya untuk memenuhi kebutuhan pasien kritis (Hudak dan Gallo, 1997).</span></div>
<div style="text-align: justify; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pengetahuan perawat tentang resusitasi merupakan modal yang sangat penting untuk pelaksanaan tindakan resusitasi pada situasi kritis. Pengetahuan ini menentukan keberhasilan tindakan resusitasi. Pengetahuan tentang resusitasi dapat didapat melalui pendidikan, pelatihan atau pengalaman selama bekerja.</span></div>
<div><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-weight: normal;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pengetahuan yang perlu dimiliki perawat tentang resusitasi meliputi :</span></div>
<div style="margin-left: 17pt; text-align: justify; text-indent: -17pt;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-weight: normal;">1)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-weight: normal;">Konsep kegawatan pernafasan meliputi pengertian, etiologi, patofisiologi dan dampak terhadap sistem tubuh, manifestasi klinik dan penatalaksanaan medis.</span></div>
<div style="margin-left: 17pt; text-align: justify; text-indent: -17pt;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-weight: normal;">2)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-weight: normal;">Konsep asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, evaluasi dan perencanaan pulang.</span></div>
<div style="margin-left: 17pt; text-align: justify; text-indent: -17pt;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-weight: normal;">3)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-weight: normal;">Konsep resusitasi meliputi pengertian, tujuan dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan resusitasi serta pelaksanaan resusitasi yang meliputi penilaian kondisi neonatus, pengaturan posisi neonatus dan penolong dan teknik resusitasi yang terdiri dari pengelolaan jalan nafas <i>(airway)</i>,&nbsp;bantuan ventilasi&nbsp;<i>(breathing)</i> dan&nbsp;mempertahankan sirkulasi darah dengan cara pemijatan dada <i>(circulation)</i>.</span></div>
<div>&nbsp;</div>
<div><br clear="all" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div id="ftn1">
<div><a href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""><span><span><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">[1]</span></span></span></a> Lilis Lusiani, <i>Pengetahuan Perawat Tentang Kegawatan Nafas Dan Tindakan Resusitasi Pada Neonatus&nbsp;Yang Mengalami Kegawatan Pernafasan Di Ruang Nicu, Ruang Perinatologi&nbsp;Dan Ruang Anak Rsud Gunung Jati Cirebon</i>, Universitas Padjadjaran Fakultas Ilmu Keperawatan B&nbsp;A&nbsp;N&nbsp;D&nbsp;U&nbsp;N&nbsp;G, 2006</div>
<p>&nbsp;</p>
</p></div>
</div>
<p>&nbsp;</p>
<div style="text-align: justify; line-height: 200%;">
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-family: Verdana;">Download for member:</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;">[mv]<a href="http://www.ziddu.com/download/17008552/anPerawatTentangResusitasiJantungParuPadaNeonatus.docx.html" target="_blank"><span style="text-decoration: underline;">http://www.ziddu.com/download/17008552/anPerawatTentangResusitasiJantungParuPadaNeonatus.docx.html</span></a></span>[/mv]&nbsp;</p>
</blockquote>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sutisna.com/kesehatan/pengetahuan-perawat-tentang-resusitasi-jantung-paru-pada-neonatus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kegawatan Pernafasan</title>
		<link>http://www.sutisna.com/kesehatan/kegawatan-pernafasan/</link>
		<comments>http://www.sutisna.com/kesehatan/kegawatan-pernafasan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Oct 2011 04:37:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Keperawatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sutisna.com/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[&#160;&#160; Kegawatan Pernafasan[1] &#160; &#160; 2.2.1&#160;&#160;&#160; Pengertian Kegawatan pernafasan adalah keadaan kekurangan oksigen yang terjadi dalam jangka waktu relatif lama sehingga mengaktifkan metabolisme anaerob yang<br /><br /><a href="http://www.sutisna.com/kesehatan/kegawatan-pernafasan/">Continue Reading </a> &#187;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&nbsp;&nbsp;</p>
<div style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Kegawatan Pernafasan</span></strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;"><a href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""><span><span><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">[1]</span></b></span></span></a></span></div>
<div style="text-align: justify;">&nbsp;</div>
<div style="text-align: justify;">&nbsp;</div>
<div style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">2.2.1<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Pengertian</span></strong></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Kegawatan pernafasan adalah keadaan kekurangan oksigen yang terjadi dalam jangka waktu relatif lama sehingga mengaktifkan metabolisme anaerob yang menghasilkan asam laktat. Dimana apabila&nbsp;keadaan asidosis memburuk dan terjadi penurunan aliran darah ke otak maka akan terjadi kerusakan otak dan organ lain. Selanjutnya dapat terjadi depresi pernafasan yang dimanifestasikan dengan apneu yang memanjang dan bahkan dapat menyebabkan kematian (Yu dan Monintja, 1997).&nbsp;</span></div>
<div style="text-align: justify;">&nbsp;</div>
<div style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in; text-align: justify;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">2.2.2<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></b><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Etiologi</span></b></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Towel dalam Jumiarni, dkk (1995) menggolongkan penyebab kegagalan pernafasan pada&nbsp;neonatus yang terdiri dari faktor ibu, faktor plasenta, faktor janin dan faktor persalinan.</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">&nbsp;Faktor ibu meliputi hipoksia pada ibu, usia ibu kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun, gravida empat atau lebih, sosial ekonomi rendah, maupun penyakit pembuluh darah ibu yang mengganggu pertukaran gas janin seperti hipertensi, penyakit jantung, diabetes melitus dan lain-lain. Faktor plasenta meliputi solusio plasenta, perdarahan plasenta, plasenta kecil, plasenta tipis, plasenta tidak menempel pada tempatnya. Faktor janin atau neonatus meliputi tali pusat menumbung, tali pusat melilit leher, kompresi tali pusat antara janin dan jalan lahir, gemeli, prematur, kelainan kongenital pada neonatus dan lain-lain. Faktor persalinan meliputi partus lama, partus dengan tindakan dan lain-lain.</span></div>
<div style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-weight: normal;">Kegawatan&nbsp;pernafasan dapat terjadi pada bayi aterm maupun pada bayi preterm, yaitu bayi dengan berat lahir cukup maupun dengan berat lahir rendah (BBLR). Bayi dengan BBLR yang preterm mempunyai potensi kegawatan lebih besar karena belum maturnya fungsi organ-organ tubuh. </span></div>
<div style="text-align: justify; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-weight: normal;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kegawatan sistem pernafasan dapat terjadi pada bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2500 gram dalam bentuk sindroma gagal nafas&nbsp;dan asfiksia neonatorum yang terjadi pada bayi cukup bulan.</span></div>
<div style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-weight: normal;">Sindroma gagal nafas adalah perkembangan imatur pada sistem pernafasan atau tidak adekwatnya jumlah surfaktan pada paru-paru. Sementara asfiksia neonatorum merupakan gangguan pernafasan akibat ketidakmampuan bayi beradaptasi terhadap asfiksia. Biasanya masalah ini disebabkan karena adanya masalah-masalah kehamilan dan pada saat persalinan.</span></div>
<div style="text-align: justify; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; font-weight: normal;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sindroma gagal nafas (<i>respiratory distress syndrom, RDS</i>) adalah istilah yang digunakan untuk disfungsi pernafasan pada neonatus. Gangguan ini merupakan penyakit yang berhubungan dengan keterlambatan perkembangan maturitas paru atau tidak adekwatnya jumlah surfaktan dalam paru (Suriadi dan Yuliani, 2001). Gangguan ini biasanya dikenal dengan nama <i>hyaline membran desease (HMD)</i> atau penyakit membran hialin karena pada penyakit ini selalu ditemukan membran hialin yang melapisi alveoli.</span></div>
<div style="text-indent: 0in; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Asfiksia neonatorum adalah keadaan bayi dimana bayi tidak dapat bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Keadaan ini disertai dengan hipoksia, hiperkapnia dan berakhir dengan asidosis.</span></div>
<div style="text-align: justify;">&nbsp;</div>
<div style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in; text-align: justify;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">2.2.3<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></b><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Patofisiologi</span></b></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Kegawatan pernafasan&nbsp;dapat terjadi pada bayi dengan gangguan pernafasan yang dapat menimbulkan dampak yang cukup berat bagi bayi berupa kerusakan otak atau bahkan kematian. </span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Akibat dari gangguan pada sistem pernafasan adalah terjadinya kekurangan oksigen (hipoksia) pada tubuh. bayi akan beradapatasi terhadap kekurangan oksigen dengan mengaktifkan metabolisme anaerob. Apabila&nbsp;keadaan hipoksia semakin berat dan lama, metabolisme anaerob akan menghasilkan asam laktat. </span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Dengan memburuknya keadaan asidosis dan penurunan aliran darah ke otak maka akan terjadi kerusakan otak dan organ lain karena hipoksia dan iskemia (Yu dan Monintja, 1997). </span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Pada stadium awal terjadi hiperventilasi diikuti stadium apneu primer. Pada keadaan ini bayi tampak sianosis, tetapi sirkulasi darah relatif masih baik. Curah jantung yang meningkat dan adanya vasokontriksi perifer ringan menimbulkan peningkatan tekanan darah dan refleks bradikardi ringan. Depresi pernafasan pada saat ini dapat diatasi dengan meningkatkan impuls aferen seperti perangsangan pada kulit. Apneu primer berlangsung sekitar 1 &ndash; 2 menit (Yu dan Monintja, 1997).</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Apneu primer dapat memanjang dan diikuti dengan memburuknya sistem sirkulasi. Hipoksia miokardium dan asidosis akan memperberat bradikardi, vasokontriksi dan hipotensi. Keadaan ini dapat terjadi sampai 5 menit dan kemudian terjadi apneu sekunder. Selama apneu sekunder denyut jantung, tekanan darah dan kadar oksigen dalam darah terus menurun. Bayi tidak bereaksi terhadap rangsangan&nbsp;dan tidsssak menunjukkan upaya pernafasan secara spontan. Kematian akan terjadi kecuali pernafasan buatan dan pemberian oksigen segera dimulai (Saifuddin, 2002). </span></div>
<div style="text-indent: 0in; text-align: justify;">&nbsp;</div>
<div style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in; text-align: justify;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">2.2.4<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></b><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Manifestasi Klinik</span></b></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Menurut Surasmi, dkk (2003) tanda dan gejala yang muncul adalah sebagai berikut :</span></div>
<div style="margin-left: 18.7pt; text-indent: -18.7pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">1)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Takhipneu (&gt; 60 kali/menit)</span></div>
<div style="margin-left: 18.7pt; text-indent: -18.7pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">2)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Pernafasan dangkal</span></div>
<div style="margin-left: 18.7pt; text-indent: -18.7pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">3)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Mendengkur</span></div>
<div style="margin-left: 18.7pt; text-indent: -18.7pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">4)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Sianosis</span></div>
<div style="margin-left: 18.7pt; text-indent: -18.7pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">5)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Pucat</span></div>
<div style="margin-left: 18.7pt; text-indent: -18.7pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">6)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Kelelahan</span></div>
<div style="margin-left: 18.7pt; text-indent: -18.7pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">7)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Apneu dan pernafasan tidak teratur</span></div>
<div style="margin-left: 18.7pt; text-indent: -18.7pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;"> <img src='http://www.sutisna.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> <span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Penurunan suhu tubuh</span></div>
<div style="margin-left: 18.7pt; text-indent: -18.7pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">9)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Retraksi suprasternal dan substernal</span></div>
<div style="margin-left: 18.7pt; text-indent: -18.7pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">10)</span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Pernafasan cuping hidung</span></div>
<div style="text-indent: 0in; text-align: justify;">&nbsp;</div>
<div style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in; text-align: justify;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">2.2.5<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></b><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Penatalaksanaan </span></b></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Menurut Suriadi dan Yuliani (2001) tindakan&nbsp;untuk mengatasi masalah kegawatan pernafasan meliputi :</span></div>
<div style="margin-left: 18.7pt; text-indent: -18.7pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">1)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Mempertahankan ventilasi dan oksigenasi adekwat.</span></div>
<div style="margin-left: 18.7pt; text-indent: -18.7pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">2)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Mempertahankan keseimbangan asam basa.</span></div>
<div style="margin-left: 18.7pt; text-indent: -18.7pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">3)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Mempertahankan suhu lingkungan netral.</span></div>
<div style="margin-left: 18.7pt; text-indent: -18.7pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">4)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Mempertahankan perfusi jaringan adekwat.</span></div>
<div style="margin-left: 18.7pt; text-indent: -18.7pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">5)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Mencegah hipotermia.</span></div>
<div style="margin-left: 18.7pt; text-indent: -18.7pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">6)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Mempertahankan cairan dan elektrolit adekwat.</span></div>
<div style="text-align: justify;">&nbsp;</div>
<div>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div id="ftn1">
<div style="text-align: justify;"><a href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""><span><span><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">[1]</span></span></span></a> Lilis Lusiani, Pengetahuan Perawat Tentang Kegawatan Nafas Dan Tindakan Resusitasi Pada Neonatus&nbsp;Yang Mengalami Kegawatan Pernafasan Di Ruang Nicu, Ruang Perinatologi&nbsp;Dan Ruang Anak Rsud Gunung Jati Cirebon, Universitas Padjadjaran Fakultas Ilmu Keperawatan B&nbsp;A&nbsp;N&nbsp;D&nbsp;U&nbsp;N&nbsp;G, 2006</div>
<div style="text-align: justify;">&nbsp;</div>
<div>
<div style="text-align: justify; line-height: 200%;">
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-family: Verdana;">Download for member:</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;">[mv]<a href="http://www.ziddu.com/download/17008551/KegawatanPernafasan.docx.html" target="_blank"><span style="text-decoration: underline;">http://www.ziddu.com/download/17008551/KegawatanPernafasan.docx.html</span></a></span>[/mv]</p>
</blockquote></div>
<p>&nbsp;</p>
</p></div>
<p>&nbsp;</p>
</p></div>
</div>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sutisna.com/kesehatan/kegawatan-pernafasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebutuhan Spiritual Pasien</title>
		<link>http://www.sutisna.com/kesehatan/kebutuhan-spiritual-pasien/</link>
		<comments>http://www.sutisna.com/kesehatan/kebutuhan-spiritual-pasien/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Oct 2011 02:41:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kebutuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sutisna.com/?p=295</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160; Kebutuhan Spiritual Pasien[1] 1.&#160;&#160;&#160; Pengertian Kebutuhan spiritual adalah kebutuhan untuk mempertahankan atau mengembalikan keyakinan dan memenuhi kewajiban agama, serta kebutuhan untuk mendapatkan maaf<br /><br /><a href="http://www.sutisna.com/kesehatan/kebutuhan-spiritual-pasien/">Continue Reading </a> &#187;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<div align="center" style="text-align: center; line-height: 200%;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Kebutuhan Spiritual Pasien</span></b><a href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""><b><span style="font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;"><span><span><b><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">[1]</span></b></span></span></span></b></a></div>
<div style="margin-left: 39.3pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">1.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Pengertian </span></div>
<div style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 32.7pt; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Kebutuhan spiritual adalah kebutuhan untuk mempertahankan atau mengembalikan keyakinan dan memenuhi kewajiban agama, serta kebutuhan untuk mendapatkan maaf atau pengampunan, mencintai, menjalin hubungan penuh rasa percaya dengan Tuhan (Carson, 1989). Maka dapat disimpulkan kebutuhan spiritual merupakan kebutuhan untuk mencari arti dan tujuan hidup, kebutuhan untuk mencintai dan dicintai serta rasa keterikatan dan kebutuhan untuk memberikan dan mendapatkan maaf. Adapun adaptasi spiritual adalah proses penyesuaian diri dengan melakukan perubahan perilaku yang didasarkan pada keyakinan atau kepercayaan yang dimiliki sesuai dengan agama yang dianutnya (Asmadi, 2008: 258).</span></div>
<div style="margin-left: 39.3pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">2.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Kebutuhan spiritual</span></div>
<div style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Individu sebagai makhluk spiritual mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :</span></div>
<div style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">a.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Diciptakan Tuhan dalam bentuk yang sempurna dibanding makhluk ciptaan lainnya.</span></div>
<div style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">b.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Memiliki rohani/jiwa yang sempurna (akal, pikiran, perasaan dan kemauan).</span></div>
<div style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">c.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Individu diciptakan sebagai khalifah (penguasa dan pengatur kehidupan) dimuka bumi.</span></div>
<div style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">d.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Terdiri atas unsur bio-psiko-sosial yang utuh (Ali H.Z, 2002: 43).</span></div>
<div style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan spiritual antara lain :</span></div>
<div style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">a.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Perkembangan</span></div>
<div style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Usia perkembangan dapat menentukan proses pemenuhan kebutuhan spiritual, karena setiap tahap perkembangan memeliki cara meyakini kepercayaan terhadap Tuhan.</span></div>
<div style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">b.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Keluarga </span></div>
<div style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Keluarga memiliki peran yang cukup strategis dalam memenuhi kebutuhan spiritual, karena keluarga memiliki ikatan emosional yang kuat dan selalu berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari.</span></div>
<div style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">c.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Ras/suku</span></div>
<div style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Ras/suku memiliki keyakinan/kepercayaan yang berbeda, sehingga proses pemenuhan kebutuhan spiritual pun berbeda sesuai dengan keyakinan yang dimiliki.</span></div>
<div style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">d.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Agama yang dianut</span></div>
<div style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Keyakina pada agama tertentu yang dimiliki oleh seseorang dapat menentukan arti pentingnya kebutuhan spiritual.</span></div>
<div style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">e.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Kegiatan keagamaan</span></div>
<div style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Adanya kegiatan keagamaan dapat selalu mengingatkan keberadaan dirinya dengan Tuhan dan selalu mendekatkan diri kepada Penciptanya (Asmadi, 2008: 254-257).</span></div>
<div style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Beberapa orang yang membutuhkan bantuan spiritual antara lain :</span></div>
<div style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">a.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Pasien kesepian</span></div>
<div style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Pasien dalam keadaan sepi dan tidak ada yang menemani akan membutuhkan bantuan spiritual karena mereka merasakan tidak ada kekuatan selain kekuatan Tuhan, tidak ada yang menyertainya selain Tuhan.</span></div>
<div style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">b.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Pasien ketakutan dan cemas</span></div>
<div style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Adanya ketakutan atau kecemasan dapat menimbulkan perasaan kacau, yang dapat membuat pasien membutuhkan ketenangan pada dirinya dan ketenangan yang paling besar adalah bersama Tuhan (Asmadi, 2008: 26).</span></div>
<div style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Adapun tanda-tanda yang dapat diperhatikan pada klien yang mengalami kecemasan :</span></div>
<div style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">1)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Cemas ringan</span></div>
<div style="margin-left: 1in; text-align: justify; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Kecemasan normal yang berhubungan dengan ketegangan akan peristiwa kehidupan sehari-hari. Respon cemas ringan seperti sesekali bernafas pendek, nadi meningkat, tekanan darah naik, bibir bergetar, tidak dapat duduk dengan tenang dan tremor halus pada tangan.</span></div>
<div style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">2)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Cemas sedang</span></div>
<div style="margin-left: 1in; text-align: justify; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Ditandai dengan persepsi terhadap masalah menurun sehingga individu kehilanganpegangan tetapi dapat mengikuti pengarahan dari orang lain. Respon cemas sedang biasanya meliputi sering bernafas pendek, nadi dan tekanan darah naik, mulut kering, gelisah, tidak mampu menerima rangsangan, susah tidur dan perasaan tidak enak.</span></div>
<div style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">3)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Cemas berat</span></div>
<div style="margin-left: 1in; text-align: justify; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Pada tingkat ini lahan persepsi menjadi sangat sempit dimana individu tidak dapat memecahkan masalah atau mempelajari masalah. Respon kecemasan yang timbul misalnya nafas pendek, nadi dan tekanan darah meningkat, berkeringat, sakit kepala, tidak mampu menyelesaikan masalah.</span></div>
<div style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">4)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Panik </span></div>
<div style="margin: 0in 0in 0.0001pt 1in; text-align: justify; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Pada tingkat ini, lahan persepsi telah terganggu sehingga individu tidak dapat mengendalikan diri lagi dan tidak dapat melakukan apa-apa walaupun telah diberikan pengarahan. Respon panik seperti nafas pedek, rasa tercekik, pucat, lahan persepsi sangat sempit, tidak dapat berfikir logis (Tarwoto &amp; Wartonah, 2003: 98-99).</span></div>
<div style="text-align: justify; line-height: 200%;">&nbsp;</div>
<div style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">c.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Pasien menghadapi pembedahan</span></div>
<div style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Menghadapi pembedahan adalah sesuatu yang sangat mengkhawatirkan karena akan timbul perasaan antara hidup dan mati. Pada saat itulah keberadaan pencipta dalam hal ini adalah Tuhan sangat penting sehingga pasien selalu membutuhkan bantuan spiritual.</span></div>
<div style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">d.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Pasien yang harus mengubah gaya hidup</span></div>
<div style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Perubahan gaya hidup dapat membuat seseorang lebih membutuhkan keberadaan Tuhan (kebutuhan spiritual). Pola gaya hidup dapat membuat kekacauan keyakinan bila ke arah yang lebih buruk, maka pasien akan lebih membutuhkan dukungan spiritual (Asmadi, 2008: 256).</span></div>
<div style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 32.7pt; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Masalah yang sering terjadi pada pemenuhan kebutuhan spiritual adalah distress spiritual, yang merupakan suatu keadaan ketika individu atau kelompok mengalami atau beresiko mengalami gangguan dalam kepercayaan atau sistem nilai yang memberikannya kekuatan, harapan dan arti kehidupan, yang ditandai dengan pasien meminta pertolongan spiritual, mengungkapkan adanya keraguan dalam sistem kepercayaan, adanya keraguan yang berlebihan dalam mengartikan hidup, mengungkapkan perhatian yang lebih pada kematian dan sesudah hidup, adanya keputusan, menolak kegiatan ritual dan terdapat tanda-tanda seperti menangis, menarik diri, cemas dan marah, kemudian ditunjang dengan tanda-tanda fisik seperti nafsu makan terganggu, kesulitan tidur dan tekanan darah meningkat (Hidayat, 2006: 27).</span></div>
<div>&nbsp;</div>
<div><br clear="all" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div id="ftn1">
<div><a href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""><span><span><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">[1]</span></span></span></a> Rina Pristiawati Natsir, <i>Hubungan Penerapan Aspek Spiritualitas Perawat Dengan Pemenuhan Kebutuhan Spiritual Pada Pasien Rawat Inap&nbsp;Di Rumah Sakit Haji&nbsp;Makassar</i>, Program Studi S-1 Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (Stik) Famika Makassar Tahun 2008</div>
<div>&nbsp;</div>
<div>
<div style="text-align: justify; line-height: 200%;">
<blockquote>
<p><strong><span style="font-family: Verdana;">Download for member:</span></strong></p>
<p><span style="font-family: Verdana;">[mv]<a href="http://www.ziddu.com/download/17008549/KebutuhanSpiritualPasien.docx.html" target="_blank"><span style="text-decoration: underline;">http://www.ziddu.com/download/17008549/KebutuhanSpiritualPasien.docx.html</span></a></span>[/mv]</p>
</blockquote></div>
<p>&nbsp;</p>
</p></div>
<p>&nbsp;</p>
</p></div>
</div>
<p>&nbsp;&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sutisna.com/kesehatan/kebutuhan-spiritual-pasien/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asuhan Keperawatan</title>
		<link>http://www.sutisna.com/kesehatan/asuhan-keperawatan/</link>
		<comments>http://www.sutisna.com/kesehatan/asuhan-keperawatan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Oct 2011 02:38:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sutisna.com/?p=292</guid>
		<description><![CDATA[&#160;&#160; Asuhan Keperawatan[1] &#160; 2.2.6.1&#160;&#160; Pengkajian Pengkajian adalah proses pengumpulan data untuk mendapatkan berbagai informasi yang berkaitan dengan masalah yang dialami klien. Pengkajian dilakukan dengan<br /><br /><a href="http://www.sutisna.com/kesehatan/asuhan-keperawatan/">Continue Reading </a> &#187;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;&nbsp;</p>
<div align="center" style="text-align: center; text-indent: 0in;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Asuhan Keperawatan</span></b><a href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;"><span><span><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">[1]</span></span></span></span></a></div>
<div style="text-indent: 0in;"><b>&nbsp;</b></div>
<div style="text-indent: 0in; text-align: justify;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">2.2.6.1&nbsp;&nbsp; Pengkajian</span></b></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Pengkajian adalah proses pengumpulan data untuk mendapatkan berbagai informasi yang berkaitan dengan masalah yang dialami klien. Pengkajian dilakukan dengan berbagai cara yaitu anamnesa, observasi, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan diagnostik (Surasmi dkk, 2003).</span></div>
<div style="text-indent: 0in; text-align: justify;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">2.2.3.1.1 Riwayat Keperawatan</span></b></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Menurut Surasmi, dkk (2003) data riwayat keperawatan meliputi riwayat kehamilan sekarang (apakah ibu mengalami hipotensi atau perdarahan), riwayat kelahiran (jenis persalinan, lahir dengan asfiksia atau terpajan hipotermia), riwayat keluarga dan nilai APGAR rendah serta tindakan resusitasi yang dilakukan pada bayi.</span></div>
<div style="text-align: justify;">&nbsp;</div>
<div style="text-indent: 0in; text-align: justify;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">2.2.3.1.2 Pemeriksaan Fisik</span></b></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Pada pemeriksaan fisik akan ditemukan takhipneu (> 60 kali/menit), pernafasan mendengkur, retraksi subkostal/interkostal, pernafasan cuping hidung, sianosis dan pucat, hipotonus, apneu, gerakan tubuh berirama, sulit bernafas dan sentakan dagu. Pada awalnya suara nafas mungkin normal kemudian dengan menurunnya pertukaran udara, nafas menjadi parau dan pernapasan dalam.</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Pengkajian fisik pada bayi dan anak dengan kegawatan pernafasan dapat dilihat dari penilaian fungsi respirasi dan penilaian fungsi kardiovaskuler.&nbsp;Penilaian fungsi respirasi meliputi:</span></div>
<div style="margin-left: 17pt; text-indent: -17pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">1)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Frekuensi nafas</span></div>
<div style="text-indent: 0in; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Takhipneu adalah manifestasi awal distress pernafasan pada bayi. Takhipneu tanpa tanda lain berupa distress pernafasan merupakan usaha kompensasi terhadap terjadinya asidosis metabolik seperti pada syok, diare, dehidrasi, ketoasidosis, diabetikum, keracunan salisilat, dan insufisiensi ginjal kronik. Frekuensi nafas yang sangat lambat dan ireguler sering terjadi pada hipotermi, kelelahan dan depresi SSP yang&nbsp;merupakan tanda memburuknya keadaan klinik.</span></div>
<div style="margin-left: 17pt; text-indent: -17pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">2)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Mekanika usaha pernafasan</span></div>
<div style="text-indent: 0in; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&#038;nbsp</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sutisna.com/kesehatan/asuhan-keperawatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aspek Spiritualitas Klien</title>
		<link>http://www.sutisna.com/kesehatan/aspek-spiritualitas-klien/</link>
		<comments>http://www.sutisna.com/kesehatan/aspek-spiritualitas-klien/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Oct 2011 02:36:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Aspek-Aspek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sutisna.com/?p=289</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Aspek Spiritualitas Klien[1] &#160; Spiritualitas adalah keyakinan dalam hubungannya dengan yang Maha Kuasa. Sebagai contoh, orang yang percaya kepada Allah sebagai Pencipta atau sebagai<br /><br /><a href="http://www.sutisna.com/kesehatan/aspek-spiritualitas-klien/">Continue Reading </a> &#187;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<div align="center" style="text-align: center; line-height: 200%;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Aspek Spiritualitas Klien<a href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""><span><span><b><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">[1]</span></b></span></span></a></span></b></div>
<div align="center" style="text-align: center; line-height: 200%;"><b>&nbsp;</b></div>
<div style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 32.7pt; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Spiritualitas adalah keyakinan dalam hubungannya dengan yang Maha Kuasa. Sebagai contoh, orang yang percaya kepada Allah sebagai Pencipta atau sebagai Maha Kuasa. Menurut <b>Burkhardt </b>(1993), spiritualitas meliputi aspek sebagai berikut :</span></div>
<div style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">1.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Berhubungan dengan sesuatu yang tidak diketahui atau ketidakpastian dalam kehidupan.</span></div>
<div style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">2.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Menemukan arti dan tujan hidup.</span></div>
<div style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">3.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Menyadari kemampuan untuk menggunakan sumber dan kekuatan dalam diri sendiri.</span></div>
<div style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">4.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Mempunyai perasaan keterikatan dengan diri sendiri dan dengan Yang Maha Tinggi.</span></div>
<div style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 32.7pt; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Agama merupakan petunjuk perilaku karena didalam agama terdapat ajaran baik dan larangan yang dapat berdampak pada kehidupan dan kesehatan seseorang. Sebagai contoh, orang sakit dapat memperoleh kekuatan dengan menyerahkan diri atau memohon pertolongan&nbsp;dari Tuhannya (Hamid A.Y., 2000: 2-3).</span></div>
<div style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 32.7pt; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Perkembangan spiritual seseorang menurut Westerhoff&rsquo;s dibagi kedalam empat tingkatan berdasarkan kategori umur, yaitu :</span></div>
<div style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">1.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Usia anak-anak, merupakan tahap perkembangan kepercayaan berdasarkan pengalaman. Perilaku yang didapat, antara lain adanya pengalaman dari interaksi dengan orang lain dengan keyakinan atau kepercayaan yang dianut. Pada masa ini, anak belum mempunyai pemahaman salah atau benar. Kepercayaan atau keyakinan yang ada pada masa ini mungkin hanya mengikuti ritual atau meniru oranng lain, seperti berdoa sebelum tidur, makan, dan lain-lain. Pada masa prasekolah, kegiatan keagamaan yang dilakukan belum bermakna pada dirinya, perkembangan spiritual mulai mencontoh aktivitas keagamaan orang sekelilingnya, dalam hal ini keluarga, arti doa, serta mencari jawaban tentang kegiatan keagamaan.</span></div>
<div style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">2.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Usia remaja akhir, merupakan tahap perkumpulan kepercayaan yang ditandai dengan adanya partisipasi aktif pada aktivitas keagamaan. Pengalaman dan rasa takjub membuat mereka semakin merasa memiliki dan berarti akan keyakinannya. Perkembangan spiritual pada masa ini sudah mulai pada keinginan akan pencapaian kebutuhan spiritual seperti keinginan melalui meminta atau berdoa kepada penciptanya, yang berarti sudah mulai membutuhkan pertolongan melalui keyakinan atau kepercayaan. Bila pemenuhan kebutuhan spiritual tidak terpenuhi, akan timbul kekecewaan.</span></div>
<div style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">3.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Usia awal dewasa, merupakan masa pencarian kepercayaan diri, diawali dengan proses pernyataan akan keyakinan atau kepercayaan yang dikaitkan secara kognitif sebagai bentuk yang tepat untuk mempercayainya. Pada masa ini, pemikiran sudah bersifat rasional. Segala pertanyaan tentang kepercayaan harus dapat dijawab. Secara rasional. Pada masa ini, timbul perasaan akan penghargaan terhadap kepercayaan.</span></div>
<div style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">4.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Usia pertengahan dewasa, merupakan tingkatan kepercayaan dari diri sendiri, perkembangan ini diawali dengan semakin kuatnya kepercayaan diri yang dipertahankan walaupun menghadapi perbedaan keyakinan yang lain dan lebih mengerti akan kepercayaan dirinya (Asmadi, 2008: 1-2).</span></div>
<div>&nbsp;</div>
<div><br clear="all" /></p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div id="ftn1">
<div><a href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""><span><span><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">[1]</span></span></span></a> Rina Pristiawati Natsir, <i>Hubungan Penerapan Aspek Spiritualitas Perawat Dengan Pemenuhan Kebutuhan Spiritual Pada Pasien Rawat Inap&nbsp;Di Rumah Sakit Haji&nbsp;Makassar</i>, Program Studi S-1 Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (Stik) Famika Makassar Tahun 2008</div>
</p></div>
</div>
<p>&nbsp;</p>
<div style="text-align: justify; line-height: 200%;">
<blockquote>
<p><strong><span style="font-family: Verdana;">Download for member:</span></strong></p>
<p><span style="font-family: Verdana;">[mv]<a href="http://www.ziddu.com/download/17008554/AspekSpiritualitasKlien.docx.html" target="_blank"><span style="text-decoration: underline;">http://www.ziddu.com/download/17008554/AspekSpiritualitasKlien.docx.html</span></a></span>[/mv]</p>
</blockquote>
</div>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sutisna.com/kesehatan/aspek-spiritualitas-klien/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

