<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sutisna.com &#187; Ilmu Alquran</title>
	<atom:link href="http://www.sutisna.com/category/keislaman/ilmu-alquran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sutisna.com</link>
	<description>Sutisna.com</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Apr 2012 23:18:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Al-Qur’an dan Wahyu</title>
		<link>http://www.sutisna.com/keislaman/ilmu-alquran/al-quran-dan-wahyu/</link>
		<comments>http://www.sutisna.com/keislaman/ilmu-alquran/al-quran-dan-wahyu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Oct 2011 07:38:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Alquran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sutisna.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[&#160;Al-Qur&#8217;an dan Wahyu[1] &#160; Setting pemahaman yang paling dibutuhkan ketika menggeluti studi-studi al-Qur&#39;an adalah pemahaman yang&#160;matang tentang wahyu, sebab wahyu adalah hakikat dari al-Qur&#39;an itu<br /><br /><a href="http://www.sutisna.com/keislaman/ilmu-alquran/al-quran-dan-wahyu/">Continue Reading </a> &#187;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">&nbsp;<b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Al-Qur&rsquo;an dan Wahyu<a href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""><span><span><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">[1]</span></b></span></span></a></span></b></p>
<div align="center" style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: center; line-height: 150%;"><b>&nbsp;</b></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; text-indent: 23.25pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Setting pemahaman yang paling dibutuhkan ketika menggeluti studi-studi al-Qur&#39;an adalah pemahaman yang&nbsp;matang tentang wahyu, sebab wahyu adalah hakikat dari<br />
	al-Qur&#39;an itu sendiri. Maka memahami al-Qur&#39;an tanpa memahami wahyu terlebih dahulu akan menjadikan pemahaman itu lemah dengan sendirinya. Jika wahyu adalah sumber inspirasi tunggal bagi al-Qur&#39;an (QS. as-Syura: 7), maka peletakan konsepsi yang mapan tentang wahyu mutlak dibutuhkan.</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Mengenal dan Memahami Wahyu </span></b></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; text-indent: 23.25pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Secara etimologi, wahyu adalah suatu pemberitaan yang disampaikan secara khusus, cepat dan rahasia. Dalam terminologi agama; wahyu dipahami sebagai pemberitaan Tuhan kepada para Nabi-Nya, tentang suatu hal yang berkaitan dengan agama-Nya (syara&#39;)f baik teknis pemberitaan itu melalui perantara malaikat (Jibril as) maupun berita itu disampaikan-Nya secara langsung. </span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; text-indent: 23.25pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Menurut Syeikh Muhammad Abduh, wahyu adalah inspirasi pengetahuan yang tiba-tiba muncul pada diri seorang Nabi, beserta keyakinan pasti, bahwa pengetahuan itu berasal dari Allah SWT, baik Nabi menerima pengetahuan itu langsung dari-Nya, atau memang ada juru bicara Tuhan (Jibril as) yang menyampaikannya.</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; text-indent: 23.25pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Wahyu juga bisa dipahami sebagai bentuk &quot;komunikasi langit&rdquo;, yang berarti komunikasi Tuhan dengan hamba pilihan-Nya.</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Rasionalisasi Wahyu </span></b></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Sebenarnya, bidang ilmu yang kompeten membahas kemungkinan terjadinya wahyu ini adalah Ilmu Tauhid dan Ilmu Kalam, tepatnya bahasan ini ada pada bagian an-Nubuwat</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Target dari pengenalan materi Ilmu Tauhid ini adalah untuk meletakkan dasar-dasar nalar, bahwa wahyu sangat&nbsp;mungkin terjadi (Jaiz &#39;aqlan), dan wahyu itu memang telah&nbsp;betul-betul terjadi (Waqi&#39; fi&#39;lan). Dari paparan singkat ini&nbsp;nantinya, diharapkan wahyu bisa mendapat legalitas rasio- nalnya, walaupun ia akan tetap berada dalam batas-batas&nbsp;metafisisnya.</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Setidaknya wahyu sangat mungkin terjadi berdasarkan fondasi-fondasi pemikiran seperti ini, bahwa: </span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;">1)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Nalar keberadaan Tuhan; bahwa tentu saja beriman kepada wahyu telah didahului adanya iman atas keberadaan Tuhan. Pengingkaran akan eksistensi Tuhan (atheisme) atau keraguan akan keberadaannya (agno-stisisme) akanmeniscayakanpenaianterhadap adanya wahyu.</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;">2)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Nalar kuasa Tuhan: bahwa Tuhan yang ada tersebut adalah Tuhan yang memiliki kuasa tanpa batas (omnipotent)</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;">3)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Nalar kebijakan Tuhan; bahwa nalar keberadaan wahyu juga didasari atas pemikiran bahwa Tuhan tidak&nbsp;akan menyiksa hamba-hamba-Nya (para pendosa),&nbsp;kecuali ia telah lebih dahulu mengutus para Rasul&nbsp;untuk memberi mereka peringatan, yaitu dengan membacakan wahyu-Nya</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;">4)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Tejarah para Nabi: Raslonalisasi keberadaan wahyu juga disetting dengan nalar sejarah tentang para Nabi&nbsp;&nbsp;itu sendiri; bahwa memang benar mereka adalah&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; manusia-manusia suci dan luhur budi, sehingga wajar dan sangat pantas jika mereka dipilih Tuhan sebagai utusannya</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Empat nalar di atas kiranya menjadi episteme (falsafah)&nbsp;yang mendasari rasionalisasi kemungkinan terjadinya wahyu (Ja&#39;iz &#39;aqlan). Namun, nalar tentang eksistensi wahyu tidak cukup hanya sampai di situ. Masih diperlukan kon- struksi pemikiran yang membuktikan bahwa wahyu itu&nbsp;memang telah betul-betul terjadi (Waqi&#39; Fi&#39;lan). </span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Kiranya, lebih mudah berargumentasi bahwa &quot;wahyu itu mungkin terjadi Qaiz &#39;aqlan)&quot; daripadaharusberagumentasi bahwa &quot;wahyu itu telah benar-benar terjadi (Waqi&#39;<br />
	fi&#39;lan)&quot;. Bagaimanapun, seorang mukmin harus bisa memastikan -secara rasional- bahwa wahyu itu memang telah benar-benar terjadi. Maka minimal argumentasi bahwa &#39;&#39;Wahyu telah benar-benar ada&quot; bisa ditopang dengan dasardasar pemikiran sebagai berikut:</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;">1)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Kajian terhadap kitab suci; pembacaan yang kontemplatif dan penuh tadabbur terhadap teks kitab suci, bisa mengantarkan pada hasil nalar bahwa &quot;Isi kitab tersebut adalah luar biasa&quot;. Dengan begitu, seseorang&nbsp;mungkin akan biasa menilai bahwa &quot;kitabsehebat itu tidak mungkin dikarang oleh manusia</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;">2)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Bukti material dalam sejarah yang dinarasikan secara konsensus (mutawatir). Maksudnya adalah melihat dan memahami &quot;mukjizat para Nabi&quot; yang bersifat material seperti tongkat musa, unta nabi Shaleh dan Iain-lain sebagai artefak sejarah, yang menunjukkan bahwa pernah ada &quot;komunikasi&quot; antara Tuhan dengan manusia</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;">3)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Perenungan tentang estafet kronologi wahyu demi wahyu; bahwa ajaran yang dibawa para Nabi itu memiliki inti dan substansi yang sama, para Nabi adalah mata rantai suci, yang menunjukkan jalan kebenaran kepada umat manusia</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Setidaknya, kutipan poin-poin argumentasi di atas bias membantu mengukuhkan eksistensi wahyu bagi orang-orang tertentu, yaitu orang-orang yang beriman.</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Benar bahwa usaha untuk merasionalkan wahyu memang hanya berpijak pada &quot;keimanan&quot;, yaitu episteme yang berbeda dengan episteme science. Namun, mengimani sesuatu tanpa berusaha membangun kerangka rasionalnya adalah bentuk dari &quot;keimanan buta&quot; milik orang-orang awa yang tidak terpelajar.</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Wahyu dalam agama-agama samawi (termasuk Islam) merupakan salah satu &quot;sumber kebenaran&quot; yang valid dan acceptable (bisa diterima), sekalipun kebenarannya ini hanya bersifat intuitif dan esoteris (bathiniyah/isyariah). Oleh karena itu, kalangan Materialis, Rasionalis atau Empiris tetap menganggap bahwa &quot;kebenaran intuitif&quot; ini sangat lemah, karena tidak dapat diujicobakan secara &quot;objektif&quot; dan kasat mata, sebab yang mengalami wahyu hanyalah orang-orang tertentu (para Nabi) dan itu tidak dapat dijelaskan secara mudah dan nyata kepada mereka.</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Menurut mereka, wahyu -seperti juga isyarat transendental Tuhan lain yang diterima kalangan sufi- hanya merupakan pengalaman-pengalaman subjektif orang per orang. Karena itulah mereka tetap bersikukuh mengatakan bahwa sumber kebenaran yang valid hanya dua; materi (benda) dan rasio (akal). Tidak ada sumber kebenaran lain yang disebut sebagai kebenaran intuitif itu. Lalu, kuatkah argumentasi mereka ini? Penulis kira, gas akademisi muslimlah selanjutnya yang berpotensi bisa memperkenalkan &quot;kebenaran intuitif tersebut melalui penalaran dan pembuktian pembuktian ilmiah yang juga bisa mereka cerna.</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Wahyu, Inspirasi (Ilham), dan Intuisi (Kasyf)</span></b></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Jika melihat akar bahasa saja, kata &quot;wahyu&quot; tidak hanya bisa diartikan sebagai pemberitaan dari Allah, wahyu bisa juga berupa bisikan setan (QS. al-An&#39;am: 121), suara hati&nbsp;(QS. al-Qashas:7), basic insting pada hewan (QS. an-Nahl:&nbsp;67), dan bisikan malaikat (QS. al-Anfal: 12). Secara bahasa wahyu juga bisa dipahami sebagai bentuk bahasa-bahasa isyarat (Maryam: 11). Walaupun demikian, wahyu dalam&nbsp;terma agama harus dibedakan dengan terminologiterminologi serupa seperti ilham, insting, kasyf, intuisi batin dan Iain-lain. </span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Istilah ilham (inspirasi) sering digunakan dalam dunia psikologi, namun sepertinya tidak ada batasan-batasan yang jelas tentang maknanya. Yang lebih dekat kepada makna wahyu adalah Kasyf atau Mukasyafah, namun Kasyf (intuisi) ini pun berbeda dengan wahyu sebab -sebagaimana didefinisikan Rashid Ridha- Kasyf adalah bisikan kebenaran tentang hal-hal yang bisa direka-reka, atau bahkan seorang yang memiliki daya intuisi Kasyf itu memang telah lebih dulu berpikir tentang masalah tertentu, kemudian muncul sebuah inspirasi. Berbeda dengan karakter wahyu yang sifat-nya selalu insidental (tiba-tiba), tanpa ada pemikiran lebih dahulu. Kemudian, sifat bisikan wahyu adalah mutlak dan paten, tidak bisa direka-reka lagi. </span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Perbedaan antara wahyu dengan ilham (inspirasi) dan Kasyf juga bisa ditengarai dengan mengenali tingkat kepastian seseorang tentang nilai kebenaran yang didapat, yakni bahwa penerima ilham ataupun Kasyf tidaklah memiliki keyakinan yang pasti secara mutlak, tentang kebenaran itu datang dari mana.</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Apa yang diyakini dari ilham maupun Kasyf tidaklah sekuat-keyakinan yang dirasakan seorang Nabi tentang kandungan wahyunya</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Kaitannya dengan ilmu psikologi, kiranya perlu disampaikan juga bahwa wahyu bukanlah &quot;alam bawah sadar&quot; (alam Syu&#39;ur). Wahyu juga bukan &quot;firasah&quot; (firasat/ insting), karena wahyu memiliki nilai kepastian. Wahyu adalah pemberitaan yang diterima para Nabi dengan kesadaran total.</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Wahyu: Kesadaran Total</span></b></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Kita bisa memastikan adanya kesadaran total ketika proses pewahyuai, <i>pertama</i>, melalui cerita tentang pengalaman orang yang pernah menerima wahyu tersebut. </span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"><i><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Kedua</span></i><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">; dengan membuktikan, bahwa kondisi fisik dan mental orang yang menerima wahyu itu tetap sempurna, baik sebelum menerima wahyu, ketika menerima wahyu,&nbsp;maupun sesudah menerima wahyu.</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Kaitannya dengan kohdisi isik Nabi Muhammad saw&nbsp;saat menerima wahyu ini, para orientalis berkomentar&nbsp;dengan analisis-analisis medis yang bermacam-macam.&nbsp;Gustav Weil misalnya, sampai mengatakan bahwa Nabi Muhammad saw memiliki kelainan semacam epilepsi (pe-nyakit ayan). Orientalis lain bernama Aloys Spenger menambahkan, bahwa Muhammad juga menderita semacam Histeria. Orientalis Jerman, Noldeke, juga tidak jauh menjelaskan, bahwa kondisi pewahyuan itu dianggap sebagai tekanan emosi yang tidak terkendali. Namun demikian, tudingan-tudingan negatif seperti ini, segera pupus dengan sendirinya, ketika dilakukan analisis medis yang sebanding, bahwa biasanya, seorang yang terserang epilepsi akan mengalami kelumpuhan total, baik akal maupun anggota badan lainnya, sehingga ketika normal kembali, ia akan lupa atas kejadian-kejadian sebelum ia kambuh. Kondisi Rasulullah saw justru sebaliknya. Ketika pewahyuan terjadi, kondisi beliau tidak hanya normal, beliau juga sering kali lebih terlihat segar dan bahagia setelahnya.</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Kalangan Orientalis juga ada yang menganggap wahyu sebagai satu kejanggalan psikologis semacam halusinasi. Namun, analisis psikologis yang sebanding mengatakan bahwa halusinasi adalah sekadar perasaan maya, tidak melahirkan bunyi dan suara? Padahal Jibril as dalam krono- logi wahyu pertama berulang-ulang meneriakkan kata iqra dengan sangat lantang, bahkan sempat &quot;menakutkan&quot; beliau saw?</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Lebih jeli, analisis-analisis sejarah akan lebih meyakinkan, bahwa kondisi Nabi ketika menerima wahyu adalah dalam kesadaran dan kesehatan yang sempurna. Pada&nbsp;akhirnya, kalangan sarjana Barat pun harus mengamini pernyataan kawan mereka, Fredrich Angel, bahwa wahyu hanya mungkin diterima para Nabi melalui kesadaran total yang sempurna.</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Deskripsi Pewahyuan Muhammad Saw </span></b></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Penting untuk digambarkan, bagaimana sebenarnya kronologi pewahyuan itu sebenarnya. Beberapa pakar bahkan memandang, bahwa pendiskripsian ini merupakan telaah kasus dari akarnya (<i>Bahts &#39;an al-Mashadir</i>) Maksud dari deskripsi tentang pewahyuan Muhammad saw ini, tidak lain adalah pembacaan kembali sirah (sejarah&nbsp;hidup) beliau secara analitis. Disiplin ilmu inilah yang dikenal dengan istilah &quot;studi sirah analitik&quot; (<i>analyic biography of the prophet</i>). Studi ini biasanya dilakukan dengan&nbsp;mengumpulkan riwayat-riwayat hadis maupun Atsar (ucapan Sahabat Nabi) yang bercerita tentang perjalanan hidup beliau. Di sini, fokus telaahnya adalah tentang bagaimana prosesi pewahyuan itu terjadi. Studi Sirah analitik juga meniscayakan ketelitian dan kebijaksanaan untuk menimbang ke-sahih-an jalur riwayat (sanad) dan isi redaksi (matan)nya. </span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Di sini penulis tidak akan mengetengahkan seluruh analisis tentang masalah ini tentunya, karena buku ini hanya sebagai peta. Namun setidaknya, urgensi dari bahasan ini telah penulis informasikan; bahwa alur analisis sirah ini biasanya dimulai dengan penggarnbaran: </span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;">1)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Masa sebelum Muhammad diutus; Meliputi penceritaan tentang kondisi sosiologis antropologis (sosialbudaya) Arab jahiliyah, cerita masa kecil Muhammad hingga remajanya, masa berkeluarga (perkawinannya dengan Khadijah) dan terakhir tentang pertapaan (tahannuts)nya di Gua Hira. </span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;">2)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Masa pewahyuan; Yaitu penceritaan tentang pengalaman pertama Nabi menerima wahyu (wahyu pertama), runtutan-runtutan wahyu (dalam klasifikasi dua masa; Mekkah dan Madinah), Sistematika tanjim al-Qur&#39;an (gradualisasi penurunan al-Qur&#39;an), dan seterusnya</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Pada poin kedua ditekankan pendalaman analitis tentang bagaimana pewahyuan Muhammad berlangsung, serta bagaimana Muhammad mendapatkan kemantapan hati (iqtina&#39;) dengan wahyu yang ia terima untuk pertama kalinya? </span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Sebagai contoh metodis yang bisa digunakan dalam kajian deskripsi pewahyuan ini, Malik bin Nabi -dalam bukunya adz-Dzahirah al-Qur&#39;aniyah- bisa ditiru ketika menggunakan dua parameter; (1) Fenomena yang terbaca dalam riwayat-riwayat yang menyejarahkan wahyu. Ini adalah untuk membuktikan, bahwa yang dinamakan &quot;wahyu Tuhan&quot; itu benar-benar terjadi, (2) parameter akal, yang akan digunakan untuk mendiskusikan fenomena-fenomena wahyu yang ditemukan dalam analisis di atas secara objektif.</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Independensi Wahyu Muhammad </span></b></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Kajian yang tidak selayaknya terlewa tkan dalam studi wahyu ini adalah juga tentang &quot;independensi wahyu&quot; (<i>istiqlaliyat al-Wahy</i>); bahwa Nabi Muhammad saw (juga Nabi-nabi lainnya) tidaklah memiliki peran atau campur tangan sama sekali dalam al-Qur&#39;an. Rasulullah saw hanya bertugas rnenyampaikan pesan-pesan wahyu itu apa adanya, sehaeaimana diwahyukan.</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Wahyu Bukan Kehendak Pribadi Muhammad </span></b></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"><b>&nbsp;</b></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Independensi al-Qur&#39;an dari pribadi Muhammad saw bisa didukung -misalnya- dengan beberapa poin analisis di bawah ini;</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;">1)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Wahyu Al-Qur&#39;an turun sewaktu-waktu</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;">2)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Wahyu terputus di saat Rasul menginginkan kehadirannya.</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;">3)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Banyak sekali ayat-ayat al-Qur&#39;an yang menegur Rasulullah saw, baik dengan teguran ringan maupun teguran yang sangat keras.</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;">4)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Independensi al-Qur&#39;an juga&quot;Bisa dilihat dalam gaya bahasa al-Qur&#39;an, bahwa sefasih-fasih Muhammad dalam bahasa arab.</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Deskripsi Muhammad dalam Al-Quran</span></b></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;">1)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Muhammad digambarkan dalam Al-Quran hanya sebagai hamba yang taat, pembaca bisa merujuk (QS.Thaha: 114, Yunus: 15,16, al-Kahfi 110, al-A&#39;raf: 118).</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;">2)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Muhammad juga digambarkan sebagai seorang yang buta huruf, tidak pernah membaca dan menulis (QS. al-Ankabut; 48)</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;">3)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Muhammad selalu digambarkan sebagai seorang yang jujur.</span></div>
<div style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Tuduhan dan Gugatan Seputar Kewahyuan Muhammad Saw</span></b></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"><b>&nbsp;</b></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Berikut beberapa tuduhan yang menganggap Nabi sebagai pseudo propheta (nabi palsu) yang hanya mengakungaku,mendapat wahyu tanpa kebenaran Tuduhan-tuduhan klasik:</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;">1)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Muhammad belajar kepada Waraqah bin Naufal (sepupu Khadijah), seorang penganut ajaran hanafiah (diyakini sebagai agama Nabi Ibrahim)</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;">2)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Muhammad belajar kepada Bukhaira</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;">3)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Di samping tuduhan-tuduhan pembelajaran tersebut di atas, Rasulullah telah dituduh para oposan al-Qur&#39;an (kaum kuffar) sebagai seoarng gila (majnun)</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;">4)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Rasul juga dituduh sebagai penyair. Al-Qur&rsquo;ah membantahnya (QS. al-Haqqah: 41).</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;">5)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Rasul juga dituduh sebagai tukang tenung, penyihir dan paranormal, namun pemahkah beliau mengucap mantra-mantra? Apa yang beliau ucapkan sarna sekali berbeda dengan mantra-mantra sihir (QS. al-Haqqah:42).</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Beberapa tuduhan baru:</span></b></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Maraknya studi orientalis bisa dianggap sebagai lahirnya gugatan-gugatan baru terhadap al-Qur&#39; an, yang mencoba menggugurkan validitas status kewahyuannya. Di</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">antara tuduhan-tuduhan itu antara lain:</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;">1)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Inti sari ajaran al-Qur&#39;an terambil dari syi&#39;ir-syiir Jahiliyah.</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;">2)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Inti sari ajaran al-Qur&#39;an terambil dari oplosan budaya Arab setempat, dengan informasi-informasi dari para pedagang Yahudi dan Nasrani di Mekkah waktu itu.</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;">3)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Inti sari ajaran al-Qur&#39;an merupakan &quot;oleh-oleh&quot; selama perjalanan dagang, di musim dingin dan panas (Rihlah Syita&#39; wa Shalf) ke kota Syam dan Yaman</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;">a)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Inti sari ajaran al-Qur&#39;an terambil dari budaya timur, tepatnya ajaran Zoroaster dan Sabi&#39;ah.</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;">b)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Inti sari ajaran al-Qur&#39;an merupakan gabungan ajaran-jaran Yahudi dan Nasrani.</span></div>
<div style="margin: 0in 1.45pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;">c)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Beberapa ajaran AI-Qur&#39; an teradopsi dari ajaran-ajaran bangsa Yunani.</span></div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><b>&nbsp;</b></div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Bentuk-Bentuk Pewahyuan </span></b></div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Wahyu-wahyu yang diterima oleh para Nabi, dan Muhammad pada khususnya, terbagi dalam dua jenis pewahyuan, yaitu: </span></div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><b>&nbsp;</b></div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Wahyu Khafy (Maya)</span></b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">, bentuk-bentuknya adalah:</span></div>
<div style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;">1)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Wahyu melalui mimpi, bahwa &quot;mimpi para Nabi adalah wahyu&quot; (HR. Bukhari bab at-Takhfiffi al-Wudlu, hadis no. 138).</span></div>
<div style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;">2)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Nabi menerima wahyu dari Allah melalui percakapan (taklim) secara langsung</span></div>
<div style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;">3)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Nabi menerima wahyu Allah dari balik hijab (satir/penghalang), sehingga ia hanya mampu mendengar &quot;suara&quot; Tuhan tanpa mampu melihat Dzat-Nya</span></div>
<div style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;">4)<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Wahyu berupa pengiriman suatu makna dalam &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; hati Nabi, atau pembisikan inspirasi secara sadar dalam naluri beliau.</span></div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><b><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Wahyu Jaly (nyata);</span></b></div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Verdana&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Wahyu ini datang melalui perantara Malaikat Jibril, baik dalam wujud aslinya maupun dalam rupa manusia (selalu melalui proses inilah,pewahyuan al-Qur&#39;an berlangsung). Padahal, kajian tentang wahyu ini adalah grand discourse (kajian utama) dalam diskusi tentang al-Qur&#39;an, bahkan merupakan fondasi utama dalam studi kita tentang kitab suci. Jika argumentasi tentang wahyu tidak matang dan mudah diruntuhkan, maka dengan sendirinya, runtuhlah seluruh kepentingan untuk mengkaji al-Qur&#39;an.</span></div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</div>
<div><br clear="all" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div id="ftn1">
<div><a href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""><span><span><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">[1]</span></span></span></a> Ahmad Shams Madyanr Lc, MA., 2008. <i>Peta Pembelajaran al-Qur&#39;an</i>, PUSTAKA PELAJAR: Yogyakarta.</div>
<div>&nbsp;</div>
<blockquote>
<div><strong><span style="font-family: Verdana;">Download:</span></strong></div>
<div><a href="http://www.ziddu.com/download/16933856/Al-QurandanWahyu.docx.html" target="_blank"><span style="font-family: Verdana;">http://www.ziddu.com/download/16933856/Al-QurandanWahyu.docx.html</span></a></div>
</blockquote>
<div>&nbsp;</div>
</p></div>
</div>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sutisna.com/keislaman/ilmu-alquran/al-quran-dan-wahyu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Faedah Menghafal Al-Quran</title>
		<link>http://www.sutisna.com/keislaman/ilmu-alquran/faedah-menghafal-al-quran/</link>
		<comments>http://www.sutisna.com/keislaman/ilmu-alquran/faedah-menghafal-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Oct 2011 05:31:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Alquran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sutisna.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Faedah Menghafal Al-Quran[1] &#160; Pertama-tama, hendaklah Anda membuat perencanaan yang baik dalam program yang akan mengubah total kehidupan Anda ini, sebagaimana mengubah orang-orang yang<br /><br /><a href="http://www.sutisna.com/keislaman/ilmu-alquran/faedah-menghafal-al-quran/">Continue Reading </a> &#187;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<div style="text-align: center; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">Faedah Menghafal Al-Quran</span></strong><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';"><span><span><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">[1]</span></strong></span></span></span></strong></div>
<div style="text-align: justify; line-height: 150%;"><strong>&nbsp;</strong></div>
<div style="text-indent: 19.7pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">Pertama-tama, hendaklah Anda membuat perencanaan yang baik dalam program yang akan mengubah total kehidupan Anda ini, sebagaimana mengubah orang-orang yang telah menghafal Al-Qur&#39;an sebelum Anda. Perencanaan yang bagus untuk program apa pun mengharuskan Anda untuk mengkajinya dengan sebaik-baiknya, kemudian kajian itu akan memberikan suatu manfaat serta hasilnya dan kajian itu merupakan metode yang paling praktis untuk melaksanakannya. Tanpa adanya suatu kajian, program apa pun tidak akan berhasil. Maka, hal inilah yang menjadi penyebab kegagalan kebanyakan orang yang berusaha menghafal Al-Qur&#39;an, kemudian mendapati dirinya sedikit demi sedikit mulai menjauhi Al-Qur&#39;an dan menemui berbagai macam kemunduran yang menyebabkan munculnya batas atau penghalang antara mereka dengan Al-Qur&#39;an.</span></div>
<div style="text-indent: 19.7pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">Oleh karena itu, setelah berfikir panjang tentang sebab sebenarnya yang menjadikan program menghafal Al-Qur&#39;an menjadi sangat sulit sekali dicapai oleh kebanyakan orang, maka yang saya temukan adalah mereka tidak memiliki tujuan ataupun targetnya. Sehingga dengan mudahnya mereka meninggalkan hafalan Al-Qur&#39;an, karena mereka tidak atau belum mendapatkan faedah yang sebenarnya di dunia dan akhirat akan program besar ini.</span></div>
<div style="line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">Namun, di sana ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab sebelum memulai hafalan Al-Qur&#39;an dan supaya program Anda berhasil, Insya Allah.</span> <span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">Setiap dari kita, masing-masing memiliki suatu pro&shy;gram khusus dalam hidupnya dan bisa jadi program yang paling utama yang harus Anda lakukan </span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">adalah </span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">menghafal Kitab Allah </span></div>
<div style="line-height: 150%; text-align: justify;">&nbsp;</div>
<div style="line-height: 150%; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">Mengapa Saya Menghafal Al-Qur&#39;an?</span></strong></div>
<div style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">Ini adalah suatu pertanyaan yang seharusnya dltujukan kepada diri Anda sendiri dan harus ada jawaban yang jelas dalam pikiran Anda, mengapa Anda menghafal Al-Qur&#39;an?</span></div>
<div style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">Setiap suatu amal, jika manfaatnya banyak, maka motivasi Anda juga akan semakin meningkat dan Anda akan mampu mewujudkan targetnya dengan mudah. Lantas, apa manfaat menghafal Al-Qur&#39;an?</span></div>
<div style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">Anda harus mempunyai gambaran yang jelas, wahai para pembaca yang budiman, hingga Anda mengetahui betapa pentingnya menghafal Al-Qur&#39;an dan faedahnya serta manfaat yang akan Anda dapatkan dari menghafal Al-Qur&#39;an.</span></div>
<div style="line-height: 150%; text-align: justify;">&nbsp;</div>
<div style="line-height: 150%; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">Faedah Menghafal Al-Qur&#39;an Al-Karim</span></strong></div>
<div style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';"><span>1.</span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">Dikarenakan Al-Qur&#39;an adalah Kalam Allah, maka ketika Anda menghafalkannya di dalam hati, hal itu akan menjadi amal yang paling agung secara mutlak yang Anda lakukan. Karena menghafal Al-Qur&#39;an akan membuka semua pintu kebaikan kepada Anda dan ingat, bahwa kepentingan mendasar yang dibawa oleh sebaik-baik manusia, Nabi Muhammad Saw adalah Al-Qur&#39;an.</span></div>
<div style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';"><span>2.<span style="font: 7pt 'Times New Roman';">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">Bahwa dengan menghafal Al-Qur&#39;an, Anda telah mendapatkan sepuluh kebaikan dari setiap hurufnya. Misalnya, kamu mengetahui jumlah huruf dari surat yang paling pendek di dalam Al-Qur&#39;an, yaitu surat Al-Kautsar adalah sebanyak 42 huruf dan surat ini dapat kamu baca hanya dalam hitungan waktu selama 5 detik saja. Artinya, setiap Anda membacanya, maka pahala Anda di sisi Allah akan bertambah (berlipat) menjadi 420 kebaikan dan setiap satu kebaikan dari semua kebaikan ini lebih baik daripada dunia dan seisinya. Oleh karena itu, bayangkanlah! Berapa banyak kebaikan yang akan Anda dapatkan ketika membaca seluruh Alquran yang jumlahnya lebih dari 300 ribu huruf?</span></div>
<div style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';"><span>3.<span style="font: 7pt 'Times New Roman';">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">Al-Qur&#39;an mengandung ilmu dunia dan akhirat, juga mengandung cerita-cerita kaum terdahulu maupun yang akan datang. Kemudian Al-Qur&#39;an mengandung pula banyak hakikat ilmiyah, natural, kedokteran serta penciptaan. Selain itu, Al-Qur&#39;an juga mengandung setiap hukum, undang-undang, dan syariat yang mengatur kehidupan seorang mukmin dan menjadikannya lebih bahagia.</span></div>
<div style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">Kitab yang agung inilah satu-satunya Kitab yang memberitahukan perjalanan kisah hidup Anda sejak pertama kalinya dan alam yang paling penting dalam hidup Anda, yaitu alam kematian dan apa yang terjadi setelahnya. Kitab yang agung ini juga memberitahu Anda secara detail dan sempurna tentang hari kiamat dan kehidupan yang akan Anda jalani di dalamnya dengan kekal, baik itu di surga atau di neraka, semoga Allah melindungi kita darinya. Artinya, bahwasanya ketika Anda menghafal Al-Qur&#39;an, maka Anda telah menghafal ensiklopedi terbesar secara mutlak.</span></div>
<div style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';"><span>4.<span style="font: 7pt 'Times New Roman';">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">Al-Qur&#39;an yang Anda hafal dan Anda jaga hari ini akan menjadi teman Anda di alam kematian. Kemudian Al-Qur&#39;an akan menjadi penolong dan pemberi syafaat di hari ketika orang yang paling Anda cintai akan berlepas diri dari Anda. Rasulullah 5H bersabda:</span></div>
<div style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">&quot;<em>Bacalah Al-Qur&#39;an karena sesungguhnya ia akan datang sebagai syafaat bagi pembacanya pada hari kiamat nanti.&quot;</em></span></div>
<div style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">Apakah ada waktu yang paling indah melebihi waktu ketika bertemu dengan Allah m pada hari kiamat kelak, sedangkan Anda sebagai penghafal kalam-Nya di dadamu?</span></div>
<div style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';"><span>5.<span style="font: 7pt 'Times New Roman';">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">Ketika Anda menghafal Al-Qur&#39;an, Anda akan memiliki kekuatan sastra disebabkan tingginya sastra di dalam ayat Al-Qur&#39;an dan Anda akan semakin mampu untuk bergaul, berkorban, dan sabar dengan yang lainnya. Anda akan merasakan kebahagiaan yang takterkirakan, karena menghafal Al-Qur&#39;an bukan hanya sekadar menghafal kasidah, syair, kisah atau nyanyian. Akan tetapi, ketika Anda menghafal Al-Qur&#39;an, sesungguhnya akan terjadi perubahan di dalam pandanganmu tentang segala sesuatu yang ada disekitarmu dan tabiat serta tingkah lakumu akan mengikuti apa yang Anda hafal itu. Sayyidah Aisyah, ditanya tentang akhlak Rasulullah saw, beliau berkata: <em>&quot;Akhlak beliau adalah Al-Qur&#39;an.&quot;</em></span></div>
<div style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">Maka, jika Anda ingin akhlak Anda seperti akhlak Rasulullah, hendaklah Anda menghafal Al-Qur&#39;an.</span></div>
<div style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';"><span>6.<span style="font: 7pt 'Times New Roman';">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">Al-Qur&#39;an adalah obat bagi penyakit, baik jasmani maupun ruhani ataupun jiwa. Jika Al-Fatihah mampu menyembuhkan penyakit atas izin Allah, lalu bagaimana dengan orang yang menghafal Kitab Allah sepenuhnya?</span></div>
<div style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">Maka Anda akan terlepas dari segala waswas setan dan immunitas atau kekebalan badanmu dari penyakit akan semakin bertambah disebabkan usaha besar yang Anda rasakan dalam menghafal Al-Qur&#39;an. Pernyataan ini bukan teori belaka, tetapi sudah saya alami sendiri maupun dialami oleh or&not;ang yang hafal Al-Qur&#39;an selain saya, walaupun hanya beberapa juz dari Al-Qur&#39;an.</span></div>
<div style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">Saya sudah menulis tentang pembahasan dengan judul Aafaaqul &#39;Haj bil Qur&#39;an, adanya kekuatan unsur obat yang aneh di setiap ayat dalam Kitab yang agung ini.</span></div>
<div style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';"><span>7.<span style="font: 7pt 'Times New Roman';">&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">Hanya dengan memantapkan dirimu untuk menghafal Al-Qur&#39;an, maka tidak ada lagi waktu kosong bagimu, kemudian terlewatkan atau merasakan kegoncangan dan keresahan ataupun takut. Al-Qur&#39;an akan menghilangkan setiap persangkaan-persangkaan, kesedihan, dan musibah-musibah yang telah lalu. Menghafal Al-Qur&#39;an merupakan tempat untuk mengosongkan pikiran negatif yang memenuhi otakmu. Oleh karena itu, ketika Anda memulai program ini, Anda akan merasakan bahwa Anda telah terlahirkan kembali.</span></div>
<div style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">Lalu, apa yang menghalangi kita dengan hafalan Al-Qur&#39;an dalam hati kita? Kemudian kenapa ketika banyak orang yang berusaha untuk menghafal Kitab Allah, namun mereka tidak mampu?</span></div>
<div style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">Menurut pendapat saya (penulis), salah satu sebab yang paling penting adalah adanya masalah besar yang harus Anda selesaikan. Masalah apakah itu?</span></div>
<div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; text-align: justify;">&nbsp;</div>
<div>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div id="ftn1">
<div style="text-align: justify;"><span><span><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: 'Calibri','sans-serif';">[1]</span></span></span> Cara Menghafal Al-Qur&rsquo;an, Abdul Ad-Daim Al-Kahiil, Klaten:Inasmedia</div>
</p></div>
</div>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: 'Verdana','sans-serif';">Download:</span></strong><br />
		<a href="http://www.ziddu.com/download/16933808/CaraMenghafalAl-Quran.docx.html" target="_blank"><span style="font-family: Verdana;">http://www.ziddu.com/download/16933808/CaraMenghafalAl-Quran.docx.html</span></a></p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sutisna.com/keislaman/ilmu-alquran/faedah-menghafal-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

